Moskow (ANTARA) - Presiden Prancis Immanuel Macron berbicara via telepon dengan Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez untuk menyatakan solidaritas dan dukungannya menyusul ancaman pemutusan perjanjian dagang AS dengan Spanyol, demikian laporan stasiun televisi BFMTV, mengutip Istana Elysee.
Pada Selasa (3/3), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pihaknya akan mengakhiri semua perdagangan dengan Spanyol karena Spanyol tidak mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran, serta karena keengganannya untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu (4/3) mengatakan bahwa Pemerintah Spanyol mulai bekerja sama dengan AS dalam "beberapa jam terakhir" setelah awalnya menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan-pangkalan militer mereka.
Baca juga: Macron: Bantuan udara saja tak cukup, Israel harus buka akses Gaza
Namun, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albarez membantah klaim tersebut dan mengatakan bahwa posisi pemerintahanya tidak berubah.
Pada Sabtu (28/2), AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di dalam Iran, termasuk di Teheran, dengan sejumlah kerusakan dan korban sipil dilaporkan.
Televisi pemerintah Iran mengkonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian menanggapi serangan dengan serangan rudal ke wilayah Israel dan ke sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Istana sajikan sari apel, bukan alkohol saat jamu Presiden Macron
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Macron beri dukungan Spanyol setelah Trump ancam putus perdagangan
