Kami beroperasi di bawah mandat operasional yang ketat bersama aspek ketertiban umum dan pertahanan negara,"
Banjarmasin (ANTARA) - Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri Provinsi Kalimantan Selatan kini memperkuat perannya sebagai ormas relawan berbasis teknologi yang berfokus pada penanggulangan bencana secara cepat dan senyap.
"Kami beroperasi di bawah mandat operasional yang ketat bersama aspek ketertiban umum dan pertahanan negara," kata Sukaji selaku Ketua Senkom Mitra Polri Kalsel di Banjarmasin, Kamis.
Dia menyebut Senkom memiliki jaringan elit sipil yang tersebar di 38 provinsi terus mengoptimalkan komunikasi digital untuk mempercepat evakuasi dan mitigasi di lapangan.
Beradaptasi pada teknologi baru, organisasi nirlaba ini berhasil dalam mengoordinasikan ribuan personel di ratusan kabupaten secara real-time karena pemanfaatan teknologi yang beralih dari penggunaan Handy-Talkie (HT) ke sistem Sentral Digital Communication (SDC).
Sistem ini diintegrasikan melalui aplikasi komunikasi terenkripsi khusus yang dikembangkan secara internal.
Keandalan sistem SDC telah dibuktikan secara langsung oleh Sukaji saat menunaikan ibadah Umrah di Madinah.
Menurut Sukaji, pihaknya mampu memantau Laporan Situasi (Lapsit) nasional dengan kualitas suara yang jernih.
“Keunggulan teknologi internet kami teruji hingga ke Madinah dengan kualitas suara yang tetap jernih saat koordinasi nasional. Sistem ini juga menggunakan proteksi kata sandi yang ketat, sehingga fungsinya diakui oleh pihak kepolisian untuk komunikasi yang bersifat rahasia,” tuturnya didampingi Muhammad Thohir sebagai sekretaris.
Jalur komunikasi ini, menurut Muhammad Thohir, menempatkan posisi Senkom di samping kepolisian.
"Secara struktur organisasi, posisi kami sejajar. Kepolisian tidak serta-merta memerintah Senkom tanpa adanya surat resmi atau Perjanjian Kerja Sama (PKS). Bahkan, dalam berbagai operasi, pihak Polda turut memanfaatkan jaringan SDC kami untuk kelancaran koordinasi di lapangan," jelasnya.
Dedikasi Senkom tidak hanya terbatas pada pengembangan teknologi, tetapi juga aksi nyata di lapangan.
Saat banjir melanda wilayah Jejangkit di Barito Kuala (Batola), personel Senkom Kalsel terjun langsung ke arus air yang mencapai setinggi leher orang dewasa.
Di tengah keterbatasan, mereka tetap berupaya dengan aksi yang kreatif.
“Dari waktu kita masuk mobil itu mentok, jadi kami upayakan memakai tandon yang rusak untuk bawa sembako supaya sembakonya tidak basah, karena mereka sudah tiga hari tidak makan,” tutur Sukaji.
Dia juga mengenang pengalaman pahit saat skuad relawan Kalsel membantu penanganan gempa dan tsunami di Donggala, Sulawesi Tengah.
"Kondisi di sana sangat memprihatinkan, bau jenazah menyengat di mana-mana dan gempa susulan terus terjadi. Satu bungkus mie instan harus dibagi untuk tujuh orang. Air bersih pun langka, sehingga warga terpaksa menyaring air lumpur yang keruh untuk bertahan hidup," tuturnya.
Selama dua minggu, relawan Kalsel bertaruh nyawa melakukan evakuasi korban, selaras dengan slogan mereka: 'Siaga Saat Aman, Ada Saat Dibutuhkan'.
Di akarnya, Senkom bersinergi dengan Bhabinkamtibmas untuk meredam konflik di masyarakat.
Anggota Senkom melakukan pendekatan informal dengan warga untuk mengklarifikasi disinformasi dan hoaks guna menjaga stabilitas keamanan lingkungan.
Terkait maraknya hoaks, Sukaji berpesan, "Jangan sampai kita ikut menyebarkan berita yang belum valid, karena itu sama saja dengan menyebarkan kekacauan. Mahasiswa dan generasi muda sebagai penerus bangsa harus menggunakan kemampuan komunikasi secara santun, menciptakan inovasi yang bermanfaat, dan memiliki kesadaran penuh terhadap keberlangsungan negara," ucapnya.
Guna memperkuat sistem keamanan, Senkom Kalsel juga memprioritaskan program Quick Response Time (QRT), khususnya dalam penanganan kecelakaan lalu lintas di jalur rawan seperti Jalan A. Yani.
Inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap korban kecelakaan yang sering kali enggan dibawa ke rumah sakit karena kendala biaya, yang justru berisiko memperparah kondisi korban melalui pengobatan alternatif.
Sebagai pilar keamanan, Senkom Kalsel menerapkan standar kedisiplinan yang ketat.
Larangan terhadap penggunaan rokok dan alkohol bersifat mutlak bagi setiap anggota guna menjaga integritas dan profesionalisme organisasi.
Calon anggota diwajibkan memiliki pekerjaan atau usaha mandiri yang stabil.
Hal ini penting untuk memastikan kesejahteraan keluarga mereka tetap terjamin, mengingat Senkom adalah organisasi yang murni bersifat sosial dan tidak memberikan gaji kepada anggotanya.
Pewarta: FirmanEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.