Banjarmasin (ANTARA) - Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Muhammad Ridho Akbar mendorong Banjarmasin Recycle Center (BRC) atau pusat daur ulang sampah terpadu bisa kelola sampah lebih dari 10 ton per hari sebagai upaya mengatasi status darurat sampah.

"Kita sudah melihat langsung operasional BRC di Komplek Pergudangan 88 Bumi Basirih, Banjarmasin Selatan, informasinya sampai 10 ton per hari sampah dapat dikelola di sana, kami nilai bisa ditingkatkan lagi," ujarnya di Banjarmasin, Selasa.

Menurut dia, saat jajaran komisinya berkunjung ke sana terdapat dua mesin pemilah sampah yang beroperasi, namun ada satu unit mengalami kerusakan, sehingga tidak betul-betul maksimal melaksanakan pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik.

Baca juga: Wali Kota Banjarmasin sidak pusat daur ulang sampah

"Jika ditambah lagi beberapa unit mesin, mungkin bisa sampai 20 ton sampah per harinya bisa terkelola baik di sana, ini akan kita dorong serius," ujarnya.

Keseriusan itu, ungkap Ridho, akan pihaknya komunikasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup, sehingga penanganan sampah lebih signifikan, sesuai gerakan pemerintah kota mengedepankan pemilahan sampah untuk mengatasi darurat sampah di kota ini.

Darurat sampah di Kota Banjarmasin ditetapkan akibat ditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak Februari 2025, hingga Pemkot Banjarmasin mengirim residu sampah ke TPAS Banjarbakula di Kota Banjarbaru.

"Itu juga terbatas bolehnya daerah kita membuang sampah ke TPAS Banjarbakula," ungkapnya.

Baca juga: Banjarmasin teken PKS olah sampah jadi energi dengan Banjar dan Batola

Padahal produksi sampah di Kota Banjarmasin mencapai 500 ton per hari, hingga jadi masalah sampah menumpuk di mana-mana.

"Kita sangat mendukung pak wali kota menekankan gerakan pilah sampah dari sumbernya untuk mengurangi tumpukan sampah, termasuk membangun rumah pilah sampah di setiap kelurahan," ujarnya.

Termasuk juga memaksimalkan sekitar 300 bank sampah di kota ini, demikian juga membentuk agen-agen 3T atau reduce, reuse, recycle di setiap RT.

"Kami juga terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengatasi sampah ini, yakni dengan memilah sebelum dibuang ke TPS," ujarnya.

Baca juga: Lapas Banjarmasin latih warga binaan olah limbah jadi kompos



Pewarta: Sukarli
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026