Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Haji Aspanj Anshari dalam tausyiah di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemurus Permai,. Kelurahan Pemurus, Kota Banjarmasin mengingatkan kaum Muslim jangan menganggap "enteng" (sepele) tentang rukun dalam Islam. 

"Sebab kalah salah atau ketinggalan rukun pekerjaan tersebut tidak sah," ujar alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir itu dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Masjid Al Falah tersebut sesudah shalat Subuh,. Arba (Rabu). 

Ia mencontohkan, bahwa membaca Fatihah salah satu rukun dalam shalat. "Tapi bukan hanya ketinggalan, membaca dalam hati saja (lain halnya orang bisu atau tak bisa bicara) , shalatnya tidak sah." ujar Ustadz Aspani. 

Namun, lanjut pendiri/pengasuh salah satu pondok/madrasah di Pemurus Dalam tersebut, memnabaca/mengucapkan Fatihah dalam shalat jangan "nyaring" (keras) sampai orang lain terganggu, cukup untuk mendengar sendiri (kecuali imam shalat). 

Contoh lain rukun wudhu, kalau ketinggalan bukan cuma wudhunya tidak sah, tak biasa melakukan shalat "Oleh karenanya, perlu kehati-hatian terkait rukun atau rukun merukun guna sah/kesempurnaan peribadahan tersebut," lanjut Ustadz Aspani. 

Sebelumnya atau mengawali tausyiahnya, Ustadz Aspani terlebih dahulu mengutip sebuah peribahasa "lancar kaji karena diulang, hapal jalan karena ditempuh".

Baca juga: Ustadz Luthfi ungkap rahasia keshalehan seseorang

Menurut dia, peribahasa orang dahulu itu cukup baik dan benar sebagai pemotivasi bagi siapa saja atau generasi mendatang. 

" Oleh sebab itu, tidak salahnya kita mengulang kaji tentang fikih, terutama mengenai rukun merukun agar pekerjaan/peribadahan tidak sia-sia karena tidak sah," ujar Ustadz Aspani. 

Pada kesempatan kali ini, Ustadz Aspani mengingatkan kembali rukun wudhu dan rukun shalat yang beberapa ulama ada beda pendapat, namun pada dasarnya sama. 

Baca juga: Ustadz Hilal ingatkan dunia sesaat isilah kebaikan dan ta'at kepada Allah

"Sebagai contoh rukun shalat ada yang berpendapat 13 dan ada pula 17. Perbedaan tersebut karena pendekatan yang beda, namun dasarnya sama," demikian Ustadz. Aspani Anshari. 

Ustadz H Aspani Anshari saat tausyiah di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemutus Permai Banjarmasin Selatan, sesudah shalat Subuh, Arab (8/4/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)


Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026