Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Muhammad Hilal dalam tausyiahnya mengingatkan kaum Muslim, bahwa dunia sesaat atau dalam pengertian hidup hanya sementara.
"Oleh karena dunia sesaat, maka isilah dengan kebaikan dan ta'at kepada Allah SWT, " ujar Ustadz. Hilal dalam tausyiahnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin Selatan,. Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu malam.
Dengan mengutip pendapat Syaidina. Ali bin Abu Thalib, ustadz muda yang pernah mondok di Yaman itu mengatakan, bahwa dunia tempat bekerja dan beramal,. bukan untuk bersantai-santai afau tempat menerima balasan.
"Tapi dengan bekerja dan beramal ikhlas. Allah pasti memberi ganjaran," tegas ustadz asal Barabai (165 km timur laut Banjarmasin), ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel itu.
Ia mencontohkan dengan membaca Al Qur'an satu huruf ganjarannya sepuluh kali kebaikan. "Jadi dengan membaca Qur'an saja berapa banyak ganjaran kebaikan yang kita dapat. Apalagi tambah amal lain," katanya.
Uztadz yang kini tinggal di Tatah Pamangkih Laut Banjarmasin itu mengajak jamaah Masjid Assa'adah tersebut khususnya, bahwa hidup nikmati, jangan jadi beban.
"Kalau hidup sebagai nikmat, maka tak terasa sebagai beban. Tapi sebaliknya, jika hidup bukan nikmat, maka akan menjadi beban," kata Hilal.
Pada kesempatan itu, Hilal mengajak menjadikan Ramadhan sebagai pelajaran dalam meningkatkan amal ibadah pada Syawal seperti halnya melaksanakan puasa sunnah selama enam hari.
Baca juga: Ustadz Hilal nyatakan peperangan melawan hawa nafsu berlanjut
"Sebab sebagaimana Hadits Rasulullah SAW riwayat Imam Buchari. bahwa dengan melaksanakan puasa sunah enam hari pada bulan Syawal setelah puasa Ramadhan sama dengan puasa selama satu tahun," kutif M Hilal.

