Warga Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan khusunya yang ada di Komplek AMD Permai melakukan ritual tolak bala untuk menghindari terjadinya kebakaran setelah salah seorang warga setempat melihat sepintas kobaran api yang diyakini sebagai hantu api.


"Kita melaksanakan ritual tolak bala karena ada pengakuan warga bernama Putra yang melihat kobaran api di atas Komplek AMD Permai, tepatnya di Blok H1 dua hari yang lalu," kata Fakhrudin pengelola Mushala Miftahul Janah, Minggu malam.

Menurut dia, begitu menerima informasi dari warga langsung mengkoordinasikan dengan beberapa warga lain termasuk tokoh masyarakat untuk mengatur pelaksanaan tolak bala.

"Akhirnya kita sepakati pelaksaannya malam Senin sesudah shalat Isya dipimpin H Syaiful," terang Fakhrudin.

Acara dimulai dengan shalat isya berjamaah kemudian dilanjutkan shalat hajat dua rakaat ditambah membaca shalawat kamilah sebanyak 3.00 kali dengan permohonan supaya terhindar dari musibah kebakaran yang memang sering terjadi di Kota Banjarmasin.

Dari halaman Mushala Miftahul Janah sekitar 50-han warga berkililing komplek AMD Permai dimulai dari Blok H hingga Blok K sambil membaca shalawat tertentu.

Menurut H Syaiful doa tolak bala merupakan peninggalan orang tua terdahulu pabila ada yang melihat kobaran api diatas kampung atau komplek maka dianjurkan untuk melalukan permintaan keselamatan kepada Allah SWT karena telah dapat isyarat akan terjadi musibah kebakaran di sekitar tempat tersebut.

"Kalau warga melihat bola atau kobaran api yang bergulung-gulung itu pertanda hantu api sedang mengintai suatu kampung atau tempat tertentu," kata Syaiful.

Putra yang mengaku melihat api disekitar Blok H menuturkan pada malam Sabtu (6/1) sekitar jam dua belas malam terkejut melihat sepintas kobaran api padahal saat itu tidak terjadi kebakaran.

"Setelah selesai begadang dengan warga komplek saya pulang kerumah, dalam keadaan sepi tiba-tiba dari jendela kaca melihat kobaran api bergulung-gulung," kata Putra.

Kejadian tersebut langsung diceritakan pada warga lain akhirnya dilakukan ritual tolak bala. /C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026