Banjarmasin (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Suripno Sumas mengapresiasi rencana pengembangan kelapa genjah di provinsinya. 

"Kita harapkan dengan pengembangan kelapa genjah perekonomian serta tingkat pendapatan dan kesejahteraan warga Kalsel meningkat," ujar Suripno yang juga Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD provinsi setempat ketika ditemui di ruang fraksinya di Banjarmasin, Senin. 

Menurut anggota DPRD Kalsel dua periode itu, kelapa genjah termasuk punya nilai ekonomi tinggi dan sewajarnya untuk pengembangan sehingga ke depan bisa menopang perekonomian rakyat atau daerah setempat. 

Baca juga: DPRD Kalsel apresiasi rencana pengembangan kelapa genjah

"Sebagai contoh tingkat produktivitas kelapa genjah cukup punya nilai jual dan pangsa pasar yang luas," ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin tersebut. 

Ia menerangkan, berdasarkan perencanaan dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Ditjen Kementan RI) pada 2026 ini Kalsel mendapat alokasi pengembangan kelapa genjah seluas 1.100 hektare (ha). 

"Rencana pengembangan kelapa genjah di Kalsel 2026 di  Kabupaten Barito Kuala (Batola) 600 ha dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) seluas 500 ha," ungkap alumnus Universitas Lambung Mangkurat (ULM d/h Unlam) Banjarmasin tersebut. 

Baca juga: Disbunnak Kalsel libatkan 1.200 petani lokal kembangkan kelapa genjah
 

Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel H Suripno Sumas mengapresiasi pengembangan kelapa genjah di provinsinya. (ANTARA/HO Dokumen Pribadi)


Baca juga: DPRD Kalsel dorong pengembangan kelapa genjah di Tanah Bumbu

Ia mengungkapkan, pengembangan kelapa genjah sudah dilakukan di Kalsel sejak 2020 melalui demplot di Desa Batang Kulur - Kandangan (sekitar 135 km dari Banjarmasin), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). 

Sedangkan rencana pengembangan di Batola dan Tanbu tersebut menggunakan pola melalui kelompok perkebunan (pokbun), tiap kelompok mendapat jatah satu hektare dengan jarak tanam 7 X 7m atau lebih kurang 200 pohon. 

"Tiap orang pekebun kelapa genjah itu akan mendapatkan bantuan untuk pembuatan lubang, bibit dan pemukan," demikian Suripno Sumas. 

 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026