Barabai (ANTARA) - Dua calon haji asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) dipastikan gagal berangkat dari Embarkasi Banjarmasin ke Tanah Suci pada musim haji tahun 1447 H / 2026 M.
"Satu calon haji meninggal dunia, sementara sang istri memilih menunda keberangkatan karena mereka penggabungan mahram," kata Kepala Kantor Kementerian Haji HST H Khairussalim di Barabai, Selasa.
H Khairussalim menerangkan, kuota haji Kabupaten HST sebenarnya 332 jamaah, tetapi karena ada dua calon haji yang batal berangkat, jadi hari ini yang dilepas hanya 330 orang jamaah calon haji (JCH) menuju Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin.
Adapun calon haji yang meninggal dunia tersebut merupakan calon haji prioritas lanjut usia (lansia) berusia 81 tahun asal Desa Gambah, Kecamatan Barabai.
Baca juga: 330 calon jemaah haji HST dilepas menuju Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin
Menurut Khairussalim, almarhum masuk kategori prioritas lansia sehingga memperoleh kesempatan berangkat lebih cepat dibanding jadwal antrean reguler.
“Beliau mendaftar pada 2017 dan mendapatkan prioritas karena usia lanjut. Namun karena meninggal dunia, maka penggantinya nanti kembali mengikuti jadwal antrean awal,” jelasnya.
Meski ada dua jemaah yang batal berangkat, proses pemberangkatan jamaah calon haji asal HST tetap berjalan lancar dan tertib yang berlangsung di Masjid Agung Riyadushalihin Barabai.
Khairussalim juga bersyukur pelaksanaan pelepasan tahun ini berlangsung lebih rapi dibanding sebelumnya, serta dalam berbagai prosesnya mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HST.
“Alhamdulillah, keberangkatan tahun ini lebih tertib dari biasanya. Mudah-mudahan seluruh jamaah yang berangkat diberikan kesehatan dan kelancaran selama beribadah di Tanah Suci hingga pulang kembali ke HST dengan selamat,” imbuhnya.
Baca juga: Bupati Andi Rudi Latif lepas 239 jamaah calon haji Tahun 2026
Pewarta: Muhammad HidayatullahEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.