Banjarmasin (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan (DPRD Kalsel) memberikan "BK Award" atau penghargaan kepada tujuh orang dari 46 anggota legislatif tingkat provinsi setempat.
Penyerahan BK Award tersebut pada rapat paripurna internal yang dipimpin Wakil Ketuanya H Kartoyo SM didampingi Ketua H Supian HK di Banjarmasin, Rabu.
Baca juga: Fraksi PKS ingatkan produk hukum daerah jangan bertentangan lebih tinggi
Ketua DPRD Kalsel berharap, pemberian BK Award dapat lebih memotivasi penerima penghargaan serta Anggota Dewan lain untuk meningkatkan kinerja sebagai wakil rakyat.
Sebelum penyerahan penghargaan tersebut Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kalsel H Muhammad Rosehan Nor Bachri menjelaskan, bahwa pemberian BK Award antara lain untuk akuntabilitas politik dalam melaksanakan tugas konstitusional.
"Standar penilaian dalam pemberian BK Award antara lain mengenai disiplin dan kepatuhan terhadap Kode Etik dalam menjaga marwah DPRD Kalsel, baik secara perorangan maupun kelembagaan," ujar Rosehan.
Ia menambahkan, pemberian BK Award tersebut dengan mencontoh DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), dan dalam kegiatan kedewanan selama Tahun 2024 atau sejak pengucapan sumpah/janji sebagai Anggota DPRD setempat.
Baca juga: Kemenkum Kalsel harmonisasi raperda bantuan hukum bagi warga HST
"Penilaian untuk pemberian BK Award tersebut tidak termasuk empat orang unsur pimpinan Dewan serta anggota BK DPRD Kalsel," demikian HM Rosehan NB.
Penerima BK Award tersebut masing-masing Athaillah Hasbi (Golkar), H Rahimullah (Golkar ), Ilham Nor (Gering) H Rais Ruhayat (PAN), Adrizal (PAN), H Taufik Rahman (PKS) dan H Suripno Sumas (PKB).
Mereka yang mendapatkan BK Award itu sebagian besar wajah baru, cuma dua orang lama seperti Suripno tiga periode menjadi anggota DPRD Kalsel dan Athaillah dua periode.
Keanggotaan DPRD Kalsel 2024-2029 sebanyak 55 orang terdiri dari Partai Golkar 13, NasDem 10, Gerindra tujuh, PAN, PKS dan PKB masing-masing enam orang.
Selain itu, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Demokrat masing-masing tiga orang serta seorang dari Partai Persatuan Pembangunan.
Baca juga: Anggota DPRD Kalsel serap aspirasi terkait mode transportasi