Banjarmasin (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) memacu pelaksanaan lelang eksekusi dan non-eksekusi guna mengejar target pokok lelang sebesar Rp900 miliar pada tahun anggaran 2026.
Kepala Kanwil DJKN Kalselteng Tetik Fajar Ruwandari di Banjarmasin, Rabu mengatakan, langkah itu dilakukan melalui optimalisasi penggalian potensi aset perbankan hingga akhir tahun nanti.
“Langkah strategis tersebut diambil dengan memperkuat koordinasi bersama sektor perbankan untuk mengoptimalkan penurunan angka kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL),” ucapnya.
Ia menjelaskan, upaya ini mencakup pemetaan aset secara menyeluruh agar serapan pasar terhadap aset negara maupun daerah dapat meningkat secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: DJP Kalselteng: PBB Kalsel tumbuh 1.321 persen pada awal 2026
“Kami saat ini fokus melakukan penggalian potensi lelang di seluruh wilayah kerja Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” tuturnya.
Tetik menekankan bahwa dukungan pasar sangat krusial agar nilai harga limit lelang yang ditawarkan dapat diterima dan diserap oleh masyarakat luas.
Jika ekonomi baik, kata dia, pasti akan mendukung masyarakat membeli lewat lelang karena pastinya terjaga transparansi dan juga terjaga tingkat kualitas hukum yang terpenuhi.
Ia optimistis kondisi ekonomi yang stabil akan terus mendorong minat masyarakat berinvestasi melalui lelang.
Terkait evaluasi kinerja, DJKN Kalselteng mencatat keberhasilan pencapaian target pada 2025 sebagai fondasi utama untuk bergerak lebih progresif tahun ini. Salah satu poin evaluasi penting adalah mendorong perbankan agar lebih mengutamakan jalur eksekusi lelang dalam penyelesaian aset debitur.
Terkait mekanisme penyelesaian kewajiban yang dilakukan melalui pelunasan langsung oleh debitur kepada pihak bank, Tetik menjelaskan pelunasan tetap diperbolehkan secara aturan.
Baca juga: KPP Pratama Barabai tertinggi tumbuh pajak se-Kalsel capai 74,78 persen
“DJKN menghimbau perbankan agar eksekusi lelang tetap menjadi instrumen utama untuk memberikan kepastian hukum yang lebih kuat,” ungkapnya.
Pada 2026, beragam objek lelang menarik telah disiapkan untuk ditawarkan kepada publik, mulai dari aset tanah hingga bangunan komersial, berbagai jenis kendaraan bermotor serta barang-barang inventaris kantor yang siap dilelang melalui portal resmi.
Tidak hanya aset perbankan, DJKN Kalselteng juga akan melelang aset-aset sitaan dari pihak Kejaksaan yang memiliki nilai taksiran cukup fantastis.
“Hal ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor maupun masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam meningkatkan penerimaan negara melalui lelang,” ujar Tetik Fajar Ruwandari .
Pewarta: Tumpal Andani AritonangEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026