Banjarmasin (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan (Kanwil DJBC Kalbagsel) mencatatkan prestasi gemilang dengan merealisasikan penerimaan cukai sebesar 314 persen dari target tahunan hanya dalam waktu satu bulan pada Januari 2026.
Kepala Kanwil DJBC Kalbagsel Muhtadi di Banjarmasin, Kamis, mengatakan bahwa keberhasilan melampaui target satu tahun penuh di sektor cukai pada periode Januari ini menjadi sinyal positif bagi penguatan postur penerimaan negara di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
"DJBC Kalbagsel telah mengumpulkan Rp3,84 miliar dari sektor cukai hanya di bulan Januari. Angka ini setara dengan 314 persen dari target tahunan sebesar Rp1,22 miliar. Capaian ini merupakan hasil dari efektivitas pengawasan dan tingginya kepatuhan pelaku usaha di wilayah kami," ujarnya.
Muhtadi merinci kontribusi sektor cukai terbesar berasal dari wilayah Kalimantan Selatan senilai Rp3,68 miliar, sementara wilayah Kalimantan Tengah menyumbangkan Rp155,53 juta.
Baca juga: KPP Pratama Barabai tertinggi tumbuh pajak se-Kalsel capai 74,78 persen
Menurut dia, keberhasilan "pecah telur" di awal tahun ini menjadi fondasi optimisme bagi lembaga untuk mengejar target total penerimaan yang ditetapkan.
“Selain sektor cukai, kami telah menghimpun penerimaan total baik cukai, bea masuk, dan bea keluar dengan total sebesar Rp91,01 miliar hingga akhir Januari,” tutur Muhtadi.
Ia menyebutkan, kontributor utama secara keseluruhan tetap ditopang oleh sektor Bea Keluar (pajak ekspor) yang membukukan angka Rp82,52 miliar, serta sektor Bea Masuk sebesar Rp4,64 miliar.
Baca juga: DJP Kalselteng: PBB Kalsel tumbuh 1.321 persen pada awal 2026
"Meskipun target total tahunan cukup menantang di angka Rp11 triliun, namun keberhasilan melampaui target cukai 2026 dalam sebulan ini membuktikan bahwa potensi ekonomi di Kalimantan Bagian Selatan sangat dinamis dan prospektif," ungkapnya.
Berdasarkan data kewilayahan, Kalimantan Selatan tercatat sebagai kontributor terbesar dengan total setoran Rp48,45 miliar. Sedangkan Kalimantan Tengah memberikan kontribusi sebesar Rp42,55 miliar yang didominasi oleh aktivitas ekspor komoditas unggulan daerah.
Muhtadi optimistis tren positif di awal tahun ini akan terus terakselerasi seiring dengan meningkatnya volume perdagangan internasional dan aktivitas logistik.
"Kanwil DJBC Kalbagsel akan terus mengawal setiap potensi penerimaan dengan penuh integritas untuk memastikan kontribusi daerah terhadap APBN tetap optimal," ujar Muhtadi.
