Banjarmasin (ANTARA) - Khatib Tuan Guru Haji Syamsunie dalam khutbahnya di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan, bahwa Ramadhan punya keistimewaan.
"Mengapa istimewa? Karena nilai pahala tidak ada pada ibadah lain," ujar Tuan Guru dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Putra Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalsel dalam khutbahnya sebelum Shalat Jum'at.
Dengan mengutip Hadits Rasulullah Muhammad SAW riwayat Muslim, Tuan Guru Syamsunie mengatakan, nilai pahala amal ibadah pada bulan Ramadhan ganjarannya 10 sampai 700 kali lipat. "Bahkan nilai pahalanya bisa lebih," ungkapnya.
Baca juga: Khatib Khairuddin nyatakan Ramadhan hamparan kebaikan
Tuan Guru tersebut menjelaskan pengertian nilai pahala lebih dari 700 kali lipat atau tiada ternilai/tiada terbatas seperti halnya puasa Ramadhan.
"Sebagaimana Firman Allah atau Hadits Qudsi, bahwa puasa itu (maksudnya puasa Ramadhan) untuk Ku (Allah) dan pahalanya urusan Ku. Pernyataan Allah terkait puasa Ramadhan pahalanya bisa tiada terhingga," jelas Tuan Guru Syamsunie.
Oleh sebab itu, kaum Muslim manfaatkan momentum Ramadhan semaksimal dan sebaik mungkin, ajak Tuan Guru dari Ponpes Al Falah Putra Landasan Ulin Banjarbaru tersebut.
Sebelum mengakhiri khutbah, Tuan Guru Syamsunie membacakan do'a Rasulullah SAW memberi amalan kepada istri (Aisyah) yaitu ) artinya "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai kemaafan, maka maafkanlah aku".
Baca juga: Khatib Wajihuddin ingatkan kebaikan surga kejahatan neraka
Pada jamaah Shalat Jum'at Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin kali ini tidak bersama pertinggi provinsi, kecuali di shaf terdepan Kepala Kementerian Agama Kalsel H Muhammad Tambrin.
Selain itu, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalsel H Suripno Sumas. Sedangkan imam Shalat Jum'at H Muhammad Abduh, juara Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) internasional pada raka'at pertama Surah Adh Dhuhaa (waktu Dhuha) dan raka'at kedua Al Insyirah (pelapangan).
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.