Banjarmasin (ANTARA) - Khatib Al Mukaram Haji Mohammad Mobarak dalam khutbahnya di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menekankan makna puasa Ramadhan.
"Sebagaimana kandungan Al Qur'an Surah Al Baqarah ayat (183) ; diwajibkan bagi orang beriman berpuasa pada bulan Ramadhan," ungkap Mobarak dalam khutbahnya sebelum Shalat Jum'at.
Sebelumnya dalam khutbah pertama berdorasi lebih kurang tiga menit, Mobarak, melantunkan Surah Al Baqarah 183 sehubungan suasana Ramadhan 1447 Hijriah atau bulan yang Allah muliakan.
Sebagai tindak lanjut kandungan Al Baqarah 183, Mobarak mengutip beberapa Hadits Rasulullah Muhammad swa antara lain riwayat Imam Buchari - Muslim terkait puass Ramadhan agar mempunyai makna yang berarti.
Baca juga: Khatib : Ramadhan punya keistimewaan
"Puasa itu bukan cuma sekedar menahan lapar dan haus, tapi juga harus menjaga lisan serta perilaku yang bisa membatalkan pahala puasa," kutip khatib yang juga Ketua Tim Kemasjidan, Hisab Rukyat dan Bjna Syari'ah Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel tersebut.
Sebagai contoh, jangan berkata kotor dan berbuat kebodohan serta sia-sia yang justru bisa membatalkan pahala puasa, ujar Mobarak mengutip Hadits Rasulullah saw riwayat Abu Hurairah.
"Oleh karenanya, kalau datang seseorang yang melakukan tidak-tidak, bilang lah aku sedang berpuasa," lanjut Mobarak mengutip Hadits Rasulullah riwayat Abu Hurairah tersebut.
Baca juga: Khatib Khairuddin nyatakan Ramadhan hamparan kebaikan
Pada Shalat Jum'at di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin kali ini, Gubernur Kalsel H Muhidin belum bisa bersama jamaah, karena ssdang melaksanakan ibadah umrah. Sedangkan imam shalat H Muhammad Bogdadi dan memimpin do'a terakhir Kepala Kemenag provinsi setempat, H Muhammad Tambrin yang juga Ketua Badan Pengelola masjid raya itu.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.