Kotabaru, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan optimistis bahwa Desa Tegal Rejo di Kecamatan Kelumpang Hilir berhasil mewakili Kabupaten Kotabaru untuk maju dalam penilaian desa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.
Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, mengatakan kegiatan ini bukan hanya sekadar bersifat sebagai lomba, tetapi lebih kepada bagaimana konsistensi masyarakat dalam melaksanakan pola hidup bersih dan sehat.
"Desa Tegalrejo terpilih mewakili Kabupaten Kotabaru ke tingkat Provinsi Kalimantan Selatan setelah melalui seleksi ketat berupa presentasi dari 22 kecamatan dan verifikasi lapangan terhadap tiga nominasi terbaik," ujar Wakil Bupati, di Kotabaru, Rabu.
Ia memaparkan salah satu inovasi unggulan daerah, yakni Destinasi Wisata Goa Lowo di Desa Tegalrejo, yang telah ditetapkan sebagai Wisata GERMAS pertama berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kotabaru sejak tahun 2022.
Baca juga: Desa Hulu Banyu tampilkan produk unggulan di verifikasi lapangan UP2K
Pihaknya berharap hasil evaluasi dan penilaian dari tim juri provinsi ini dapat menjadi motivasi serta bahan evaluasi strategis untuk semakin mengoptimalkan gerakan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kotabaru ke depannya serta patut menjadi percontohan bagi desa-desa lain yang belum melaksanakan dan menjadi desa PHBS di Kabupaten Kotabaru.
"Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di bidang kesehatan. Serta Kotabaru dapat kembali masuk dalam jajaran terbaik di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, terutama di desa PHBS-nya."harap Syairi Mukhlis
Ketua Tim Penilai Desa Ber-PHBS, Yuliani menegaskan bahwa penilaian dilakukan bukan untuk mencari kekurangan desa.
Penilaian menjadi sarana untuk melihat sejauh mana perilaku hidup bersih dan sehat telah benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat.
Ia menjelaskan, tim penilai tidak hanya melihat dokumen, tetapi juga kondisi nyata di lapangan, termasuk keterlibatan pemerintah desa, kader, kelompok masyarakat, serta unsur lainnya dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat.
"Penilaian ini bukan untuk mencari kekurangan atau kesalahan. Jika ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki, hendaknya menjadi masukan dan bahan evaluasi bersama," ucap Yuliani.
Sebaliknya, berbagai praktik baik dan inovasi yang ditemukan di Desa Tegal Rejo diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan acuan bagi desa lainnya di Kabupaten Kotabaru maupun Kalimantan Selatan.
Baca juga: Marasa Bailang Fest 2025 wujud kolaborasi dunia usaha dan pemerintah
Yuliani berharap PHBS tidak hanya terlihat ketika ada kegiatan penilaian. Kebiasaan hidup bersih dan sehat harus dimulai dari rumah, dibangun dalam keluarga, kemudian digerakkan bersama di lingkungan desa.
"PHBS harus menjadi budaya dan kebiasaan serta menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," harapnya.
Pewarta: Ahmad Nurahsin QEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.