Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) memperkuat pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah sebagai langkah kewaspadaan dini terhadap potensi penyebaran Virus Nipah dari luar negeri, terlebih provinsi itu merupakan daerah strategis ekspor dan impor.
Kepala Dinkes Kalsel Diauddin di Banjarmasin, Kamis, mengatakan penguatan pengawasan dilakukan menyusul adanya laporan kasus Virus Nipah di negara tetangga, sehingga pemerintah pusat meminta daerah meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jalur kedatangan internasional.
“Langkah ini merupakan bentuk kewaspadaan dini karena negara tetangga sudah ada yang mengalami kasus tersebut, sehingga kami diminta memperkuat pengawasan di pintu-pintu masuk dari luar ke Indonesia,” ucapnya.
Baca juga: Dinkes Bali: Wisatawan India bergejala Virus Nipah perlu dicurigai
Ia menegaskan hingga saat ini di Kalimantan Selatan belum ditemukan kasus Virus Nipah dan kondisi masih dalam status aman.
Menurut dia, pengawasan harus difokuskan di pelabuhan dan titik kedatangan lainnya untuk mencegah potensi masuknya kasus dari luar negeri, antara lain melalui pemantauan suhu tubuh dan pemeriksaan kondisi kesehatan penumpang.
“Masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, karena hingga saat ini kondisi Virus Nipah masih terkendali dan penularannya masih terbatas,” katanya.
Diauddin menjelaskan Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, dengan sumber utama dari kelelawar, baik melalui makanan yang terkontaminasi maupun penularan ke hewan ternak seperti babi.
Baca juga: Wamenkes: Virus Nipah belum masuk Indonesia
Ia menyebut kondisi akan menjadi lebih berbahaya apabila terjadi penularan antar-manusia secara berantai, namun sejauh ini penularan dari manusia ke manusia masih bersifat terbatas sehingga kasus di negara asal masih dapat dilokalisasi.
“Gejalanya sulit dibedakan dengan penyakit lain seperti COVID-19, yakni demam, batuk, dan pilek, sehingga kewaspadaan dan deteksi dini menjadi kunci utama,” ujar Diauddin.
Untuk itu, Dinkes Kalsel berkomitmen berkolaborasi dengan instansi terkait, termasuk pihak karantina, guna memperketat pengawasan di pelabuhan serta memastikan prosedur kesehatan berjalan optimal sebagai langkah antisipatif.
