Pelaihari (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanah Laut, Kalimantan Selatan mengajak  semua elemen masyarakat di daerah tersebut mencegah perkawinan anak di kabupaten tersebut.

Ajakan tersebut disajikan dalam Seminar Prophetic Parenting dalam Mengasuh Remaja bertemakan: Melindungi Remaja dari Risiko Perkawinan Usia Anak digelar DP3AP2KB Tanah Laut, di Aula Rakat Manuntung Pelaihari, Kamis.

"Tadi disampaikan oleh narasumber kami pa Hanafi, salah satu dosen UIN Antasari. Beliau memaparkan begitu banyak, terutama bagaimana kita meneladani Rasullullah SAW dalam menjalankan peran sebagai orangtua dan pendidik," ujar kepala dinas tersebut Maria Ulfah selepas seminar.

Dia berpesan, kepada anak-anak remaja di Tanah Laut untuk berkarya dan jangan patahkan mimpi dan jangan sampai menjadi masyarakat kehilangan cita-cita, kehilangan masa depan karena memilih nikah dini.     

"Nikah dini ini sangat berpengaruh terhadap angka kemiskinan, peningkatan stunting juga bertambah dan angka perceraian semakin tinggi dan berdampak pada perekonomian pada pasangan-pasangan muda ini juga," terangnya.

Dijelaskannya, bagi wanita muda yang hamil di usia dini tentunya belum siap secara fisik dan mental dalam hal parenting terhadap anak atau bayi yang dimilikinya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, Seminar Prophetic Parenting dalam Mengasuh Remaja merupakan kegiatan kolaborasi DP3AP2KB Tanah Laut dan Tim Penggerak PKK Tanah Laut untuk memberikan wawasan kepada seluruh peserta yang hadir dari kalangan remaja, unsur pondok pesantren seperti, santri ditambah dari kader bina keluarga remaja. 

"Ini merupakan salah satu program dari dinas kami sendiri dan program ini merupakan hasil Rakernas Tim Penggerak PKK ke-10 tahun 2025," demikian tutupnya.



Pewarta: Arianto
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026