Ankara (ANTARA) - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu (4/2) mengatakan campur tangan eksternal terhadap situasi di Iran membawa risiko ke seluruh kawasan, sementara penyelesaian diplomatik, termasuk masalah nuklir, tetap menjadi langkah yang paling dapat diterima.
"Kami percaya intervensi eksternal terhadap negara tetangga kami, Iran, adalah ancaman serius bagi seluruh kawasan, dan cara paling masuk akal untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk masalah nuklir, adalah melalui diplomasi," kata Erdogan dalam pernyataan pers usai perundingan di Mesir.
Turki secara konsisten menganjurkan dialog dan metode politik untuk menyelesaikan perselisihan, serta menekankan perlunya menghindari upaya yang dapat meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, imbuhnya.
Baca juga: Presiden Prabowo sebut kunjungan kenegaraannya ke Turki produktif
Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa utusan khusus AS Steve Witkoff berencana bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Istanbul pada Jumat untuk membahas program nuklir Iran di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di antara kedua negara.
Pada Selasa, Ynet melaporkan bahwa Witkoff tiba di Israel untuk melakukan pembicaraan dengan pemimpin setempat, Benjamin Netanyahu.
Mengutip sumber Arab, jurnalis Axios Barak Ravid mengatakan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menerima permintaan Iran untuk memindahkan perundingan ke luar Turki.
Negosiasi diperkirakan akan berlangsung di Oman pada Jumat.
Sumber: Sputnik/OANA
Baca juga: Erdogan: Pendirian Negara Palestina tidak dapat ditunda lagi
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Erdogan: Campur tangan eksternal atas masalah Iran ancam kawasan
