Banjarmasin (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengirimkan sebanyak 15 mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa calon guru di kawasan Asia Tenggara di bawah koordinasi Southeast Asian Ministers of Education Organization
(SEAMEO).
"Kami menyiapkan calon pendidik berwawasan global sebagai strategi ULM untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi di kancah internasional," kata Ketua Tim PkM FKIP ULM Emma Rosana Febriyanti di Banjarmasin, Jumat.
Sebelum bertolak ke negara tujuan di kawasan Asia Tenggara, para mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan pelatihan peningkatan kemampuan komunikasi dan adaptasi sebagai persiapan mengikuti Program SEA-Teacher.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam skema Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) dan ditujukan bagi mahasiswa FKIP ULM yang berminat mengikuti SEA-Teacher Program.
Emma menjelaskan program ini dirancang untuk menjawab tantangan utama yang kerap dihadapi mahasiswa ketika mengikuti program internasional, terutama terkait kemampuan komunikasi bahasa Inggris dan kesiapan beradaptasi di lingkungan pendidikan multikultural.
Menurut dia,, mahasiswa FKIP ULM memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional, namun perlu didukung dengan persiapan yang matang dan terarah. Pelatihan ini dihadirkan sebagai bentuk pembekalan komprehensif agar mahasiswa lebih siap menghadapi dinamika pembelajaran lintas negara.
Pelatihan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni penguatan komunikasi bahasa Inggris, adaptasi budaya, dan pengembangan soft skills.
Pada aspek komunikasi, mahasiswa dibekali kemampuan speaking, public speaking, microteaching, serta penyusunan lesson plan dan laporan akademik dalam bahasa Inggris melalui metode role play, storytelling, debat, dan simulasi mengajar.
Sementara itu, penguatan adaptasi budaya dilakukan melalui pengenalan sistem pendidikan negara tujuan, simulasi pembelajaran lintas budaya, serta diskusi bersama alumni SEA-Teacher dan pengajar berpengalaman.
Sejalan dengan kebutuhan pembelajaran global, ULM juga membekali peserta dengan keterampilan pemanfaatan teknologi pendidikan.
Mahasiswa dilatih menggunakan Learning Management System (LMS), media presentasi interaktif, serta berbagai aplikasi pembelajaran digital yang lazim diterapkan di sekolah internasional.
