Kotabaru, Kalsel (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan menggelar wisuda sebanyak 107 lansia Sekolah Lansia Standar 1 (S1) dan Standar 2 (S2) Tahun 2025, dari sejumlah kecamatan, baik secara luring maupun daring.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kotabaru, Sri Sulistyani, mengatakan, pelaksanaan Sekolah Lansia di Kabupaten Kotabaru berlangsung selama enam bulan dan diikuti peserta dari empat kecamatan dan satu kelurahan.
Baca juga: 45 siswa di Tanah Bumbu ikuti wisuda sekolah lansia
"Wisuda ini merupakan bagian dari program strategis Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) melalui pengembangan Sekolah Lansia, yang bertujuan mewujudkan lansia sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat," katanya di Kotabaru.
Melalui Sekolah Lansia ini, para peserta dibekali pembelajaran terstruktur dan berkelanjutan agar tetap sehat secara fisik dan mental, aktif bersosialisasi, serta produktif di usia lanjut.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Farah Adiba, menambahkan, pendidikan tidak mengenal usia dan Sekolah Lansia menjadi ruang pembelajaran penting untuk membangun lansia tangguh melalui tujuh dimensi, yakni spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan.
“Sebanyak 107 lansia hari ini diwisuda, terdiri dari 87 lulusan Standar 1 dan 20 lulusan Standar 2. Ini bukti bahwa semangat belajar harus terus dijaga sepanjang hayat,” katanya.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Zaenal Arifin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Sekolah Lansia. Menurutnya, program ini merupakan langkah visioner dalam menghadapi perubahan struktur kependudukan, di mana jumlah lansia terus meningkat.
“Sekolah lansia bukan sekadar ruang belajar, tetapi wadah pemberdayaan untuk membentuk lansia yang sehat, mandiri, dan berdaya guna. Lansia bukan beban, melainkan aset berharga dengan pengalaman dan kearifan yang dapat menginspirasi generasi muda,” ujarnya.
Prosesi wisuda juga diikuti secara virtual oleh peserta di kecamatan masing-masing, Pemerintah Kabupaten Kotabaru berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan dan perluasan Sekolah Lansia melalui kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan kualitas hidup lansia yang lebih baik.
Sementara itu, mereka yang diwisuda adalah berasal dari Kecamatan Pulau Laut Utara Desa Megasari dengan predikat Sekolah Lansia Standar 1 (SL1) Sekolah Lansia Sentosa sebanyak 25 wisudawan.
Baca juga: Wabup HSU: Bangga jadi Alumni STIPER Amuntai
Kecamatan Pulau Laut Timur meliputi Desa Langkang Lama, Langkang Baru, dan Teluk Mesjid dengan total 49 wisudawan dari tiga sekolah lansia SL1, yakni Sekolah Lansia Sehat Selalu (12 orang), Sekolah Lansia Tunas Mekar (20 orang), dan Sekolah Lansia Seroja (17 orang).
Selanjutnya Kecamatan Pamukan Utara Desa Pamukan Indah dengan predikat SL1 Sekolah Lansia Sejahtera sebanyak 13 wisudawan. Sementara itu, Kecamatan Pulau Laut Sigam Kelurahan Kotabaru Tengah meluluskan 20 wisudawan dari Sekolah Lansia Standar 2 (SL2) Sekolah Lansia UMI.
