Kotabaru, Kalsel (ANTARA) - Wakil Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan H Syairi Mukhlis meninjau pembangunan infrastruktur di wilayah utara, yakni Pamukan Utara dan Pamukan Selatan, sebagai salah satu bentuk komitmen keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat pemarataan pembangunan.

“Kami memastikan perbaikan jalan penghubung antardesa dan antarkecamatan sesuai rencana, agar konektivitas wilayah dapat dinikmati masyarakat dengan nyaman,” kata Syairi Mukhlis.

Pemeliharaan jalan yang sempat ditinjau di antaranya, jalan Desa Sukadana, Kecamatan Pamukan Selatan.

Ia mengatakan, pembangunan jembatan di wilayah Pamukan Selatan dipastikan segera dikerjakan. 
Kontraktor pelaksana telah ditetapkan dan material pembangunan juga mulai masuk ke lokasi proyek.

“Kontraktornya sudah ada dan insyaallah bulan ini (Mei) mulai dikerjakan. Target kita paling lama enam bulan ke depan sudah selesai dan bisa digunakan oleh masyarakat,” katanya.

Selain itu, Wakil Bupati juga meninjau ruas jalan yang menghubungkan Desa Siayuh, Tanjung Sari,Desa Sulangkit hingga Tanjung Samalantakan.

Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah titik kerusakan cukup parah, terutama di wilayah Desa Siayuh dan Tanjung Sari.

Menurutnya, perbaikan jalan tersebut direncanakan dikerjakan pada tahun 2026 melalui proses lelang yang saat ini masih dalam tahapan Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Insyaallah tahun ini juga dikerjakan melalui proses lelang dan penawaran di ULP. Mudah-mudahan seluruh tahapan berjalan lancar sehingga pekerjaan yang diprogramkan bisa selesai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.

Wabup juga menemukan tiga jembatan rusak berat di wilayah Tanjung Samalantakan, bahkan, dua di antaranya berlubang dan dinilai membahayakan pengguna jalan.

“Kita akan koordinasikan dengan Dinas PUPR dan pihak ketiga untuk segera dilakukan pemeliharaan,” tegasnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. 

Syairi Mukhlis mengimbau masyarakat dan perusahaan angkutan untuk bersama-sama menjaga kondisi jalan agar tidak cepat rusak.

“Kalau jalannya sudah baik, mari kita rawat bersama. Kapasitas angkutan juga harus disesuaikan dengan kemampuan jalan agar tidak cepat rusak dan seluruh masyarakat bisa menikmati manfaatnya,” pungkasnya.



Pewarta: Ahmad Nurahsin Qomarudin
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026