Tanjung (ANTARA) - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), melakukan studi tiru ke SMPN 3 Martapura, Kabupaten Banjar, sebagai bagian dari persiapan menuju ajang penghargaan ASEAN Eco School 2027.
Kepala SMAN 1 Tanta Eko Prayitno mengatakan kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat strategi sekolah dalam pemenuhan standar eco school, tetapi juga untuk memulihkan semangat tim yang selama ini aktif dalam program lingkungan.
Baca juga: LBH Tabalong berikan pengenalan hukum bagi siswa SMAN 1 Tanta
“Studi tiru ini merupakan strategi untuk mengakselerasi persiapan menuju ASEAN Eco School 2027,” ujar Eko di Tabalong, Rabu.
Kegiatan tersebut diikuti 31 peserta, terdiri dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa kader Adiwiyata.
Menurut Eko, setelah bertahun-tahun bergelut dalam program lingkungan, kejenuhan menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan penyegaran dan motivasi baru.
“Kejenuhan tim menjadi perhatian serius kami, dan studi tiru ini untuk memotivasi seluruh elemen sekolah sekaligus belajar langsung dari yang terbaik,” katanya.
SMPN 3 Martapura dipilih sebagai tujuan karena rekam jejaknya dalam pendidikan lingkungan, termasuk keberhasilan meraih ASEAN Eco School 2015, setelah menjalankan program Adiwiyata sejak 2006.
Selama kunjungan, peserta mendapatkan pemaparan komprehensif dari Koordinator Adiwiyata SMPN 3 Martapura Supriyantiningsih mengenai perjalanan sekolah hingga mencapai prestasi internasional tersebut.
Baca juga: Tabalong's SMAN I Tanta wins National Adiwiyata Mandiri
Perwakilan CSR PT Saptaindra Sejati site ADMO, Yudana menyampaikan dukungan perusahaan terhadap kegiatan studi tiru itu sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas pendidikan berkelanjutan.
“Program studi tiru ini sejalan dengan visi kami untuk penguatan kapasitas pendidikan dan dana CSR kami optimalkan tidak hanya untuk infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas SDM,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Amanah Bangun Negeri, Bambang Sudaryanto, menilai kolaborasi antarsekolah sangat penting dalam pengembangan pendidikan lingkungan.
“Pembelajaran langsung antarsekolah merupakan jantung pendidikan lingkungan, dan kegiatan ini adalah investasi jangka panjang untuk membentuk generasi pemimpin masa depan yang peduli lingkungan,” kata Bambang.
Studi tiru ini menjadi yang pertama dilakukan SMAN 1 Tanta sejak 2014. Pada tahun tersebut, kunjungan ke SMPN 11 Banjarbaru berhasil mengantarkan sekolah itu naik dari Adiwiyata Provinsi menjadi Adiwiyata Nasional 2015.
Dengan belajar dari praktik terbaik dan memperkuat kemitraan strategis, SMAN 1 Tanta menargetkan dapat mengulang kesuksesan serupa dan meraih penghargaan ASEAN Eco School 2027.
Baca juga: SMA Negeri I Tanta raih predikat Adiwiyata Nasional Mandiri
