Tanjung (ANTARA) - Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan berkomitmen turut memperjuangkan kenaikan insentif tengah penyuluh pertanian swadaya (PPS) yang masih sangat minim.
"Peran PPS sangat penting jadi kami di Perhiptani siap memperjuangan kesejahteraan mereka," ungkap Ketua Perhiptani Tabalong, Munardi, Jumat.
Baca juga: Norhasanah nahkodai Perhiptani Balangan periode 2025-2030
Saat ini 95 PPS yang tersebar di 12 kecamatan hanya menerima insentif dari APBD Provinsi Kalsel sebesar Rp400 ribu per bulan padahal peran mereka sangat strategis dalam pengembangan sektor pertanian di "Bumi Saraba Kawa'" ini.
Keprihatinan juga dilontarkan Kepala Bidang Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Tanam Pangan dan Hortikultura Tabalong, Rahman Effansyah saat acara temu teknis penyuluh pertanian beberapa waktu lalu.
Ia menyebutkan dampak efisiensi anggaran tahun 2026 insentif PPS bakal dibayar enam bulan karena itu Pemkab Tabalong bisa menyikapi persoalan ini untuk kesejahteraan para tenaga penyuluh non ASN ini.
"Saya berharap insentif PPS bisa disupport APBD Kabupaten dengan nominal yang lebih tinggi karena tugas mereka cukup berat," ungkap Effansyah.
Sebelumnya PPS Kabupaten Tabalong mengadukan persolan ini ke Wakil Bupati Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf saat Rembuk Kelompok Kontak Tani Andalan di Desa Karangan Putih, Kecamatan Kelua.
Wakil Bupati menyatakan akan melakukan kajian kembali dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah terkait insentif bagi PPS.
Sementara itu pada Musda Perhiptani Kabupaten Tabalong, Kamis (6/11) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabaling, Zainal Arifin mengatakan penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam menularkan pengetahuan dan teknologi pertanian kepada petani.
"Perhiptani dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan dan produktivitas kesejahteraan petani, mendorong regenerasi petani serta peningkatan kapasitas SDM penyuluh," jelas Zainal.
Baca juga: Wabup Batola: Penyuluh elemen penting dalam pembangunan pertanian
Sinergi dan kolaborasi dengan Perhiptani diyakini mampu mengembangkan inovasi teknologi pertanian modern dan ramah lingkungan sehingga bisa memperkuat ketahanan pangan daerah.
Hasil Musda ini Ketua Perhiptani terpilih yakni Munardi, sebelumnya menjabat ketua untuk periode 2020-2025 dan sampai sekarang sebagai Kepala BPP Kelua.
Munardi unggul dengan 36 suara dari Muhammad Rizani yang mendapatkan 19 suara di Musda Perhiptani 2025.
