Banjarmasin (ANTARA) - Kaum Muslim di Kalimantan Selatan (Kalsel) juga ramai ziarah kubur sebagai sebuah tradisi religi menjelang Ramadhan seperti halnya tahun ini/1447 Hijriah.
Pantauan Antara Kalsel, Ahad melaporkan, kaum Muslim melakukan ziarah kubur ada pagi, siang serta sore hari, dan banyak yang datang berombongan ke pemakaman.
Oleh karena tempat tinggal jauh dengan makam keluarga/orang tua sehingga diantara mereka datang untuk berziarah naik mobil dan membuat suasana kawasan pemakaman jadi ramai.
Sebagai contoh di pemakaman umum Jalan A Yani km29 atau Pulau Beruang Landasan Ulin Kota Banjarbaru parkir mobil peziarah sampai tepi jalan raya sehingga petugas terpaksa mengatur arus lalulintas.
Seiring ramainya peziarah, penjual bunga (kembang) yang menggelar dagangannya juga ketibaan rezeki, karena tradisi ziarah pada umumnya menggunakan bunga, baik tabur maupun "barenteng" (berikat berjurai).
Harga bunga tabur per bungkus berkisar Rp5000 - Rp10000 dan kembang barenteng sekitar Rp2000/jurai, mengalami kenaikan lebih kurang 30 persen bila dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Menurut sejumlah guru agama ziarah kubur dianjurkan termasuk menjelang bulan suci Ramadhan dengan mendo'akan semoga mendapat kelapangan di alam kubur/barzah atau alam penantian menunggu hari kiamat.
"Sunnah juga meletakkan bunga segar di atas kubur sebagai penggangi pelepah korma sebagaimana masa Rasulullah Muhammad saw lakukan," ujar Guru Saiful Anshari.
Ia menambahkan, keberadaan pelepah korma di kubur tersebut mendo'akan yang sudah meninggal dunia itu.
Begitu pula bunga/kembang segar mendo'akan yang dalam kubur tersebut. "Makanya harus bunga segar, bukan bunga kertas/olahan," pungkas Guru Saiful Anshari.
