Pelaihari (ANTARA) - Wakil Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, HM Zazuli mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Tanah Laut atas inisiatif menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Arsip 2025 yang disebut sebagai kegiatan strategis memperkuat tata kelola pemerintahan.
Arsip, kata Wabup, merupakan sumber informasi, bahan akuntabilitas, sekaligus memori kolektif daerah yang harus dijaga dan dikelola secara sistematis.
“Arsip bukan sekadar tumpukan dokumen, tapi bukti pertanggungjawaban dan identitas daerah," ujarnya saat membuka bimtek tersebut di Ballroom Algoritma Resto Pelaihari, Kamis.
Baca juga: Pemkab Tanah Laut perkuat akuisisi arsip untuk jaga nilai sejarah
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menaruh harapan besar agar setiap perangkat daerah memiliki sistem kearsipan tertib dan sesuai standar Arsip Nasional Republik Indonesia.
Zazuli juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan dan sinergi antar-perangkat daerah untuk memperbaiki kelemahan pengelolaan arsip, terutama di tingkat desa yang kerap menghadapi masalah validitas dokumen dan tumpang tindih data.
“Kalau ada masalah, carikan solusi bersama. Yang penting tertib dan transparan,” tambahnya.
Kepala Dispusip Tanah Laut Safarin menyampaikan, Bimtek tersebut diikuti sekitar 100 peserta terdiri atas pejabat administrasi, arsiparis dan pengelola arsip dari perangkat daerah serta BUMD di lingkungan Pemkab Tanah Laut.
Baca juga: Dispusip Tanah Laut perkenalkan buku Balaki Muntung dan Tionghoa Banjar
Narasumber kegiatan itu, sebut dia, berasal dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan pemahaman peserta tentang pengelolaan arsip dinamis dan statis serta mendorong pelaksanaan tertib arsip sebagai bagian dari penerapan good governance.
Kegiatan dengan biaya dari DPA Dispusip 2025 itu diharapkan mampu menciptakan aparatur berkompeten dalam pengelolaan arsip serta memperkuat akuntabilitas pemerintah daerah.
