Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan memprogramkan pelatihan produktivitas kerja mandiri dengan melibatkan Unit Pelaksanaan Tugas Daerah Balai Pelatihan Kerja (UPTD BLK) kota setempat pada 2025.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda di Banjarmasin, Rabu, menyatakan, program ini menjadi salah satu langkah taktis bagi Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menekan angka pengangguran terbuka.
Menurut dia, dengan digelar pelatihan tenaga kerja seperti ini, kualitas maupun potensi daya saing tenaga kerja lokal di Kota Banjarmasin itu dapat meningkat dan terserap.
"Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan bahwa para peserta memiliki kemampuan teknis dan soft skill yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” ujar Ananda.
Dia menyatakan, adanya pelatihan ini dapat menjaring dan menciptakan lebih banyak lagi masyarakat yang terampil, unggul serta mandiri secara ekonomi.
Dia menegaskan, ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menciptakan sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja dan tanggap terhadap permintaan pasar yang terus berkembang.
"Jadi kita harap hasil dari pelatihan ini bisa memicu mereka, sesuai visi misi kami Yamin-Ananda dalam menciptakan SDM yang berdaya saing unggul, pekerjaan yg mencari mereka, uang yang mencari mereka, bukan sebaliknya," jelas Ananda.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMK dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Isa Anshari menuturkan, disamping untuk memfasilitasi masyarakat melalui berbagai program pelatihan keterampilan, program ini juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar yang tinggi terhadap tenaga kerja di dua bidang tersebut.
"Pelatihan ini sangat relevan, terutama untuk generasi muda. Banyak yang mendaftar, namun kuota nya memang di tiap jenis bidang itu cuma 16 peserta untuk saat ini, jadi total ada 32 peserta," ujarnya.
Ada dua bidang strategis dalam program pelatihan ini, yakni pelatihan teknik otomotif motor injeksi serta menjahit garmen aparel pakaian wanita dewasa.
"Di bidang menjahit itu mereka 38 hari, sementara otomotif itu lama pelatihannya 33 hari. Kami ingin mereka bisa mengembangkan minat dan keahliannya selama belajar di sini," ungkap Isa Anshari.
Salah seorang peserta menjahit, Dhiyatul Qolby (23) menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya selama mengikuti pelatihan.
Diamengaku, telah belajar banyak dari materi yang diberikan oleh para instruktur yang membidangi.
"Ini sudah hari ke-11 dari 38 hari saya mengikuti pelatihan, sejauh ini semua berjalan baik dan lancar. Kami sudah membuat pola, sudah membuat baju dan rok juga dan rencana hari ini lanjut materi baru lagi," ujarnya.
Qolby bercerita soal ketertarikan dirinya mengikuti pelatihan tersebut.
"Karena kebetulan saya baru lulus juga, jadi lagi di fase bingung mau ngapain. Akhirnya tahu ada pelatihan ini, sehingga memilih untuk coba daftar gitu, kebetulan juga relevan dengan jurusan semasa kuliah. Makanya disamping menambah ilmu, saya butuh sertifikasi juga untuk menunjang minat saya," demikian katanya.
