Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Senin, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan melalui sosialisasi pendidikan politik dan demokrasi yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarmasin.
Baca juga: Banjarmasin kirim 1.200 atlet untuk Porprov 2025
“Melalui kegiatan bertema Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Demokrasi ini, kami ingin membangun kesadaran politik masyarakat yang cerdas, kritis, namun tetap beretika,” ujar Yamin.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan politik bukan hanya soal hak memilih dalam pemilu, tetapi juga mencakup nilai-nilai kehidupan sehari-hari yang menuntut partisipasi aktif, dialog sehat, serta tanggung jawab sebagai warga negara.
“Setiap kita memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, namun juga memiliki kewajiban menjaga nilai kebangsaan, persatuan, dan hukum yang berlaku,” ucapnya.
Menurut Yamin, pendidikan politik sangat penting untuk menumbuhkan budaya politik yang sehat dan beretika, terlebih di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali memunculkan penyebaran hoaks, politik uang, dan polarisasi sosial.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin dukung program 3 juta rumah MBR
Yamin menyebutkan pendidikan politik menjadi fondasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan, serta mampu berpartisipasi secara positif dalam kehidupan demokrasi.
Dia pun mengharapkan kegiatan tersebut menjadi ruang dialog yang konstruktif bagi masyarakat dalam memperkuat kapasitas politik yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan berorientasi pada kemajuan serta kesejahteraan bersama.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan demokrasi yang matang, inklusif, dan berkeadilan di Kota Banjarmasin,” tutur Yamin.
Baca juga: Banjarmasin maksimalkan pengelolaan aset untuk tingkatkan PAD
Pewarta: SukarliEditor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026