Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menguatkan gerakan Koperasi Merah Putih di 52 kelurahan di kota setempat, khususnya kepengurusan dan pengawasan.
Wali Kota Banjarmasin H Muhamnad Yanin melalui staf ahli Isa Anshari di Banjarmasin, Senin, menyampaikan, pemerintah kota sudah membentuk satuan tugas percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan.
Menurut dia, dukungan atas program Presiden Prabowo Subianto ini sudah bisa berjalan dengan baik, hingga gerakan Koperasi Merah Putih sudah meliputi seluruh kelurahan di kota ini, lengkap dengan akta pendirian koperasi yang terdaftar resmi.
"Ini bukan hanya capaian administratif, tetapi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi terus tumbuh di Kota Banjarmasin," ujarnya.
Sebagaimana semangatnya gerakan Koperasi Merah Putih ini, ucap Isa, yakni sebagai pondasi ekonomi rakyat dan pilar ketahanan pangan nasional, tidak terkecuali di kota ini.
Bahkan Pemkot Banjarmasin memberikan dukungan penuh pembangunan gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan dan Koperasi Merah Putih Kelurahan Pemurus Luar di Banjarmasin Timur.
Tentunya, tambah Isa, gerakan ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM pengurus dan pengawas koperasi, hingga pemerintah kota menggelar bimbingan teknis terkait itu.
Kepala Dinas Koperasi UMK dan Ketenagakerjaan Kota Banjarmasin Machli Riyadi menyampaikan, pihaknya menggelar bimbingan teknik perkoperasian bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi Kelurahan Merah Putih Angkatan II se-Kota Banjarmasin.
Dia menyebutkan, Bimtek tersebut merupakan langkah konkret pemerintah dalam membina koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan.
“Sejak awal kita ingin membekali mereka dari sisi pengetahuan, keterampilan, hingga strategi entrepreneurship dalam mengelola koperasi,” jelasnya.
Dia menegaskan, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek legalitas, tetapi juga pada kemampuan menggali potensi lokal dan membangun jaringan usaha.
“Kita tidak ingin koperasi hanya menunggu bantuan dari APBN atau APBD, tetapi mampu mandiri dengan menggali potensi di wilayah masing-masing serta membangun networking,” katanya.
Pewarta: SukarliEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026