Kinerja Pak Suprayogi dan tim ini patut dicontoh oleh kehumasan Pelindo dimana pun berada
Surabaya (ANTARA) - Pagi menjelang siang itu matahari mulai bersinar terang. Cuaca cerah menyinari puluhan kapal besar yang ramai berlayar di sepanjang Selat Madura tepatnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur.
Waktu menunjukkan pukul 10.30 WIB pada Rabu (8/5), satu kapal KM Dharma Rucitra VIII milik armada pelayaran nasional PT Dharma Lautan Utama (DLU) nampak ingin sandar di dermaga Penumpang dan Roro Terminal Gapura Surya Nusantara, Tanjung Perak.
Manuver kapal begitu nyaman dan mulus hingga merapat di bibir dermaga.
Tepat di sampingnya telah sandar terlebih dahulu KM Dharma Rucitra VII yang juga milik DLU, perusahaan pelayaran yang banyak melayani rute dari dan ke Tanjung Perak.
Begitulah aktivitas Pelabuhan Tanjung Perak, pelabuhan laut terbesar kedua di Indonesia sebagai pintu gerbang utama pelayaran penumpang serta distribusi barang penghubung Indonesia barat ke kawasan tengah dan timur Indonesia.
Anggota Forum Wartawan Pelabuhan (Forwapel) Banjarmasin berkesempatan melihat langsung layanan di Pelabuhan Tanjung Perak yang mendunia dengan kehadiran banyak kapal dari berbagai negara.
Rombongan jurnalis dari berbagai media di Kalimantan Selatan diajak PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan berkeliling kawasan mencakup area seluas 118 hektar berlokasi di Jalan Tanjung Perak Timur, Surabaya Utara, berdekatan dengan Jembatan Suramadu.
Saat memasuki gedung terminal utama yakni Terminal Gapura Surya Nusantara yang menjadi terminal penumpang modern di pelabuhan ini, Forwapel Banjarmasin didampingi Junior Manager Umum dan Humas Pelindo Sub Regional Kalimantan Suprayogi Sumarkan dan tim mendapatkan penjelasan rinci dari Adam Novanandra selaku Deputy Branch Manajer Penumpang dan Roro Terminal Gapura Surya Nusantara.
Adam menjelaskan perharinya ada sekitar 12 kapal beraktivitas di dermaga baik penumpang maupun jenis roro (angkutan penumpang dan kendaraan) dengan sejumlah rute pelayaran seperti ke Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.
Pelabuhan ini juga kerap disinggahi kapal pesiar mewah dengan membawa turis asal Eropa hingga Australia.
Tahun ini ada sekitar 18 kapal pesiar sandar membawa banyak turis asing dari berbagai negara.
Dengan panjang dermaga 780 meter, pelabuhan ini bisa disandari lima kapal sekaligus.
Sedangkan gedung terminal dapat menampung 4.000 penumpang di ruang tunggu keberangkatan yang nyaman.
Dengan standar internasional, Pelindo Regional 3 telah berhasil mewujudkan Pelabuhan Tanjung Perak yang modern dan inovatif untuk layanan maritim terbaik.
Setelah berkeliling kawasan pelabuhan, Forwapel Banjarmasin juga diajak sharing season di Platinum Hotel Tunjungan Surabaya, tempat menginap seluruh awak media selama di Kota Pahlawan.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, wawasan, serta pengetahuan bersama dengan jajaran Pelindo Regional 3.
Hadir Regional Division Head Pelayanan SDM dan Umum Regional 3 Edy Purwanto, Sub Regional Head Kalimantan Sugiono serta Manager Regional SDM dan Umum Subregional Kalimantan Nugroho Christianto.
Dalam sambutannya membuka acara, Edy menyampaikan terima kasih atas kunjungan awak media dari Forwapel Banjarmasin.
Dia berharap jalinan sinergi dan kolaborasi bisa terus dijaga sehingga dapat mengawal kemajuan pelayanan di kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
"Kinerja Pak Suprayogi dan tim ini patut dicontoh oleh kehumasan Pelindo dimana pun berada, bagaimana beliau begitu dekat dan kompak bersama teman-teman media sehingga bisa mendukung kemajuan layanan lewat pemberitaan positif dan berimbang," ucapnya.
Sementara Nugroho memaparkan kinerja Pelindo secara umum dan Subregional Kalimantan secara khusus.
Sepanjang tahun 2025, arus kapal di Kalimantan yang mencakup Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Pelabuhan Sampit, Pelabuhan Batulicin serta Pelabuhan Kotabaru ada 66.319 kapal.
Kemudian peti kemas 619.979 box dan non peti kemas 19.844.579 ton. Sedangkan penumpang terangkut sebanyak 919.262 orang.
Khusus di momen arus mudik lebaran Idul Fitri tahun ini, arus penumpang di Sub Regional Kalimantan tercatat 124.523 orang dibanding tahun 2025 ada 118.789 orang atau naik 5 persen.
Kenaikan ini karena sebagian orang mudik bepergian ke Pulau Jawa dan Sulawesi berkunjung dan kumpul dengan sanak keluarga ke daerah asal.
Dalam upaya peningkatan (improvement) bidang HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) terkait Potential Waste (P-Waste) atau pengelolaan limbah, Sub Regional Kalimantan telah mewujudkan pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berbasis data serta mendukung penerapan K3 melalui pengendalian risiko.
Kemudian Nugroho juga menyampaikan realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2025 yang mencakup pengembangan PUMK yakni Pelatihan Short Course Basic Garment Production dan Pameran UMKM Portival Nusantara.
Selanjutnya pilar sosial meliputi Program Pelindo Berbagi Ramadhan & Qurban, Program Pelindo Sehat, Program Penunjang Pendidikan, Program Bantuan Sarana Pendidikan, Program Beasiswa dan Riset Pelindo Juara.
Berikutnya ada pilar ekonomi yakni Program Maritimpreneur dan Program Sahabat Inspiratif Pelindo.
Terakhir pilar lingkungan terdiri dari Program Bantuan Sarana Ibadah, Program Bantuan Fasilitas Umum, Program Bantuan Pengelolaan Sampah Terpadu, Program Carbon Village, Program Pelindo Lestari dan Program Pelindo Communitree.
Atas kinerja terbaiknya di tahun 2025, Sub Regional Kalimantan menerima banyak penghargaan.
Di antaranya apresiasi Gubernur Kalsel untuk Pelindo atas partisipasinya dalam capaian 4,4 juta jam nihil kecelakaan kerja.
Apresiasi Walikota Banjarmasin untuk Pelindo atas perusahaan peduli lingkungan.
Apresiasi Walikota Banjarmasin untuk Pelindo atas wajib pajak daerah terbaik I.
Apresiasi Walikota Banjarmasin untuk Pelindo atas perusahaan patuh pelaksanaan jaminan sosial tenaga kerja.
Apresiasi Walikota Banjarmasin untuk Pelindo atas partisipasinya dalam upaya P4GN di Provinsi Kalimantan Selatan.
Apresiasi Lembaga Manajemen Infaq untuk Pelindo atas perusahaan kolaborator terbaik di bidang sosial.
Apresiasi Regional 3 untuk Subregional Kalimantan atas Sub Regional dengan media relations terbaik.
Ketua Forwapel Banjarmasin Helman Gellyrian yang didaulat mewakili awak media menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan Subregional Kalimantan mengajak kunjungan ke kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.
"Apa yang kami lihat dan rasakan di Surabaya ini tentu menjadi bekal referensi dalam menulis yang pada akhirnya bisa menjadi perbandingan untuk kemajuan pelabuhan di Banjarmasin," katanya.
Menutup diskusi, Suprayogi berharap dengan kunjungan ke Surabaya kali ini dapat menambah khazanah pengetahuan bagi rekan jurnalis pengawal pemberitaan di Subregional Kalimantan.
"Di Surabaya ini pelayanannya sudah sangat bagus dengan standar internasional, mudah-mudahan ke depan pelabuhan kita di Kalimantan bisa mengikuti untuk sama-sama maju," ucapnya.
Sebagai negara kepulauan, keberadaan pelabuhan di Indonesia sangat penting mendukung urat nadi perekonomian di sektor maritim baik logistik maupun konektivitas masyarakat.
Pelindo melalui empat regional operasional utama untuk melayani seluruh Indonesia terus berusaha memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa.
Pelabuhan yang aman dan nyaman adalah identitas bangsa Indonesia dengan budaya masyarakat ramah kepada semua orang.
Jaya terus Pelindo untuk Indonesia lebih maju dan sejahtera.
Pewarta: FirmanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026