Banjarmasin (ANTARA) - Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Firman Yusi berpendapat, penerbangan langsung (direct flight) Banjarmasin - Kuala Lumpur Malaysia merupakan peluang transformasi pariwisata provinsi.
"Penerbangan langsung Bandara Internasional Sjamsudin Noor Banjarmasin di Kota Banjarbaru (BDJ) - Kuala Lumpur (KUL) Malaysia peluang transformasi pariwisata Kalsel," tegas Firman Yusi dalam keterangan persnya, Ahad sore.
Baca juga: Ketua DPRD Kalsel sambut rencana penerbangan Banjarmasin-Malaysia
Baca juga: Rute internasional Bandara Syamsudin Noor berpeluang tarik investor ke Banua
Menurut Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel itu, pembukaan rute penerbangan internasional antara BDJ - KUL menandai momen strategis yang berpotensi mentransformasi sektor pariwisata provinsi.
"Peristiwa tersebut melampaui bukan sekadar penambahan rute transportasi, tapi merupakan katalisator yang menghubungkan Kalsel secara langsung dengan salah satu hubungan perjalanan terbesar di Asia Tenggara," lanjut alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin itu.
Ia menambahkan, analisis tersebut menunjukkan adanya peluang ekonomi signifikan yang pemanfaatannya dapat melalui penargetan pasar wisatawan yang tepat.
"Dengan begitu, (peluang tersebut perlu diikuti dengan) perbaikan infrastruktur, dan pengembangan produk wisata yang terkurasi," demikian Firman Yusi.
Menurut rencana, penerbangan perdana Bandara Internasional Sjamsudin Noor Banjarmasin - Kuala Lumpur, dilakukan pada Oktober mendatang.
Baca juga: Kalsel dan Kemenhub bahas perpanjangan landasan Bandara Syamsudin Noor
