Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Haji Akhamad Walad Hadrawi mengingatkan kaum Muslim khususnya dalam memperingati Kemerdekaan Indonesia jangan cara kufur sebagai tanda syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT).
"Kita bersyukur atas Kemerdekaan sebagai anugrah Allah SWT. Tapi jangan memperingatinya dengan cara kufur, " ujarnya dalam tausiyah di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemurus Permai Banjarmasin Selatan,. sesudah shalat Subuh Senin.
Ustadz Walad menambahkan, babwa sebagaimana Hadits Rasulullah Muhammad saw ; seseorang yang membantu untuk melakukan maksiat kepada Allah jagu mendapatkan dosa.
"Jangan sampai nikmat kemerdekaan itu Allah cabut. Misalnya kita terbebas dari penjajahan orang lain, tapi dijajah oleh bangsa sendiri," ujar Ustadz Walad dalam kajian rutin "Kalam Hikmah" Ibnu Athaillah As Kandari.
Pada kajian Kalam Hikmah tersebut, Ustadz Walad menyinggung kata "Bismillahirrahmanirrahiim" yang merupakan perwujudan isi kandungan Al Qur'an atau kumpulan "shuhuf" (Kita Suci) Nabi-Nabj lain.
Ustadz muda yang menyandang gelar Sarjana Hukum Islam (SHI) itu menerangkan, kara "Bismillah... " yang mengandung makna sangat dalam dan luas hanya Allah turunkan kepada Nabi Sulaiman alaihi salam (as) dan Rasulullah saw.
"Oleh karenanya sangat dianjurkan setiap memulai pekerjaan yang baik terlebih dahulu mengucap Bismillah.... Sebah kata Bismillah... merupakan pemungkas. Tanpa mengucap Bismillah... bisa tak mendapatkan rahmat Allah," demikian Ustadz Akhmad Walad Hadrawi.

