Berdasarkan pantauan ANTARA di Pasar Bauntung Banjarbaru, Rabu, harga beras mengalami penurunan signifikan usai Satgas Pangan menggelar operasi.
Baca juga: Kalsel kemarin dari beras oplosan hingga pelatihan MBG
Penurunan harga ini disambut positif pedagang dan masyarakat, seperti diungkapkan pedagang Toko Beras H. Mail, Muhammad Agus Arifin, menyebutkan harga beras merek premium mulai turun.
"Contohnya, beras merek Sania yang sebelumnya kami jual Rp79.500 per 5 kilogram, kini menjadi Rp78.000," ujar Agus.
Ia menilai langkah tegas Satgas Pangan membuat pasokan beras kembali stabil dan mendorong harga turun secara bertahap.
Senada, pedagang lainnya, Rahimah, mengatakan penurunan harga membuat penjualan meningkat karena daya beli masyarakat ikut membaik.
“Ini menunjukkan dampak positif dari langkah pemerintah. Kami berharap pengawasan terus dilakukan agar pasar tetap sehat,” ujarnya.
Rahimah juga menyebut keluhan konsumen soal harga mulai berkurang, seiring lancarnya suplai beras dari distributor.
Baca juga: Beras oplosan, Disdag Kalsel proaktif cegah peredaran

Baca juga: Disdag HST pastikan belum ada temuan terkait beras premium oplosan
Operasi terhadap beras oplosan merupakan bagian dari komitmen Kementan dan instansi terkait untuk melindungi konsumen dari praktik curang dan memastikan harga bahan pokok tetap terkendali.
Pemerintah turut mengimbau masyarakat agar cermat dalam membeli beras serta segera melaporkan jika menemukan dugaan kecurangan di pasar.
Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Pertanian Lahan Rawa (BRMP Rawa) Banjarbaru, Dr Wahida Annisa Yusuf menyatakan dukungannya terhadap langkah Satgas Pangan.
"Ini adalah langkah konkret dalam menciptakan pasar yang bersih dan adil bagi konsumen dan pelaku usaha,” tegas Wahida.
Ia menyebut operasi tersebut memperkuat integritas sistem pangan nasional, sekaligus menjadi bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil investigasi Kementan, mayoritas beras premium dan medium yang beredar di pasaran tidak memenuhi standar mutu, berat kemasan, maupun harga eceran tertinggi (HET).
Kementan menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum secara tegas tanpa kompromi guna memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem distribusi pangan nasional.
Baca juga: Disdag HSS temukan beberapa merek beras kemasan diduga oplosan

