Balangan (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Balangan membentuk Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Balangan guna memperkuat menuju Kabupaten Layak Anak (KLA).
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Balangan Dian Dinilia mengatakan APSAI merupakan organisasi independen yang terdiri dari pelaku usaha dengan komitmen mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA).
Baca juga: Bupati Balangan tekankan pengadaan tanah harus adil dan sesuai aturan
“APSAI menjadi wadah bagi perusahaan-perusahaan untuk berkontribusi dalam pemenuhan hak anak, terutama mendukung indikator-indikator KLA,” kata Dian saat sosialisasi Konvensi Hak Anak (KHA) di Balangan, Kamis.
Dian menjelaskan, terdapat 24 indikator utama dalam penyelenggaraan KLA, mencakup hak sipil dan kebebasan anak, hak atas kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan budaya, hingga perlindungan khusus bagi anak.
Menurut dia, mewujudkan dunia yang layak bagi anak merupakan tanggung jawab bersama, dan tidak bisa dilakukan pemerintah saja tanpa dukungan masyarakat, media, serta dunia usaha.
Baca juga: Pemkab Balangan jalankan "Gasken" guna wujudkan SDM kreatif
“Sinergi empat pilar pembangunan sangat penting dalam mendorong perlindungan dan pemenuhan hak anak secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kebijakan perusahaan yang berpihak pada anak, termasuk dalam penyediaan produk yang aman, mendidik, serta bebas dari unsur kekerasan dan eksploitasi.
“Kita berharap nantinya terwujud sinergi yang kuat dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak-anak, serta mendorong Balangan sebagai kabupaten yang benar-benar layak anak,” ujar Dian.
Baca juga: Pemkab Balangan tanggapi positif arahan KPK terkait kelengkapan galian C
