Banjarmasin (ANTARA) - Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar'ie mengungkapkan keutamaan menahan marah, dalam tausiyah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Rabu malam.
Sebelum mengungkapkan keutamaan menahan marah, Tuan Guru yang lama menimba ilmu agama di Mekkah-Madinah Arab Saudi bergelar "Lc" dan "MA" Itu melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an Surah Al Imran (keluarga Imran) ayat (133-136).
Pasalnya kandungan Surah Al Imran ayat (133-136) tersebut sebagai dasar dari keutamaan menahan marah yang menjadi topik tausiyah di masjid tua Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin pada malam Kamis, disamping beberapa Hadits Rasulullah Muhammad saw.
Mantan Ketua Persatuan Qari dan Qariah DKI Jakarta itu menerangkan, sebagaimana Surah Al Imran ayat (133-136) keutamaan menahan marah antara lain bagi orang tersebut Allah sediakan surga seluas langit dan bumi.
Selain itu, terhadap orang yang menahan marah tersebut,. Allah tahan untuk tidak masuk neraka, ujar Tuan Guru yang mengaku keponakan almarhum H Idham Chalid - mantan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) II pada masa Presiden Soekarno.
"Kemudian orang yang menahan marah tersebut, Allah panggil untuk memilih yang tercantik dari sejumlah bidadari yang cantik-cantik," lanjut Tuan Guru asal Amuntai (185 km utara Banjarmasin) ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tersebut.
Banyak lagi keutamaan menahan marah, termasuk orang yang mampu memaafkan kesalahankesalahan, baik diminta maupun tidak diminta, demikian Tuan Guru H Madyan Noor Mar'ie.
Pada tausiyah pekan sebelumnya, Tuan Guru yang sering menjadi anggota Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Kalsel itu menguraikan manajemen marah seperti bagaimana cara mencegah agar tidak marah, serta faktor-faktor penyebab kemarahan.

