Banjarmasin (ANTARA) - Bank Kalsel dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Bangun Banua menyerahkan dividen kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel).
Pada keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Rabu, dividen diterima langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, usai acara pelantikan dan pengukuhan Sekretaris Daerah Kalsel serta 18 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru.
Baca juga: Pendapatan Negara dari Deviden BUMN 100 persen senilai Rp85,5 triliun
Pada tahun 2025, Pemprov Kalsel menerima dividen sebesar Rp55,5 miliar dari Bank Kalsel dan Rp8,17 miliar dari PT. Bangun Banua. Selain itu, Bank Kalsel juga menyerahkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp3,7 miliar.
Gubernur Muhidin menyoroti peningkatan dividen ini, terutama dari PT. Bangun Banua yang sebelumnya hanya mencapai sekitar Rp3 miliar.
"Dividen tahun ini ada peningkatan khususnya dari PT. Bangun Banua," ujar H. Muhidin.
Penerimaan dividen ini tidak hanya menunjukkan kesehatan finansial BUMD, tetapi juga sangat membantu Pemprov Kalsel dalam melunasi utang PT. Bangun Banua sebesar Rp47 miliar.
Muhidin menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel dituntut oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melunasi utang tersebut, dan pembayaran kini sedang diupayakan.
Penerimaan dividen dari BPD Kalsel dan PT Bangun Banua diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalsel. Sehingga dapat menambah kemampuan untuk meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah.
Gubernur Muhidin menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan dividen ini demi kesejahteraan masyarakat.
"Dengan penerimaan dividen ini, pemerintah provinsi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan publik. Saya berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan daerah dan BUMD untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah," pungkasnya.
Menanggapi pembagian dividen, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menjelaskan bahwa dividen tersebut sudah langsung masuk ke PAD Pemerintah Provinsi Kalsel.
"Sudah masuk ke PAD, tadi hanya penyerahan secara simbolis ke Pak Gubernur," katanya.
Baca juga: PLN setor dividen Rp2,19 triliun dan pajak Rp35,33 triliun
Fachrudin juga menambahkan bahwa performa Bank Kalsel menunjukkan tren positif. Hal ini terbukti dengan pertumbuhan laba yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Per Juni 2025, laba Bank Kalsel tumbuh 136 persen, atau lebih tinggi Rp40 miliar dibandingkan Juni 2024.
