"Pendidikan pengawasan partisipatif sangat penting dilakukan secara berkelanjutan guna membentuk kader pengawas pemilu dari masyarakat," kata Ketua Bawaslu Kalsel Aries Mardiono di Banjarmasin, Selasa.
Baca juga: Bawaslu Kalsel ditunjuk jadi pusat pendidikan pengawas partisipatif
Menurut Aries, pengawasan partisipatif tidak hanya dilakukan saat tahapan pemilu atau pemilihan kepala daerah melainkan juga setelahnya.
Oleh karena itu, upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mengawal pesta demokrasi yang bersih tanpa politik uang dan sebagainya harus terus dilakukan secara berkesinambungan.
"Masyarakat harus diberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pengawasan," tegasnya.
Baca juga: Bawaslu Banjarbaru perketat patroli pengawasan sepekan jelang PSU
Aries menyatakan Pemilu 2029 memang masih lama namun tahapan demi tahapan bagi penyelenggara terus dilakukan secara berjenjang.
Salah satunya yang terkini pemuktahiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) pada Semester 1 Tahun 2025 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Bawaslu dengan segenap jajarannya termasuk pengawasan partisipatif dari masyarakat punya tugas penting mengawal proses pemuktahiran data pemilih agar berjalan sesuai kondisi di lapangan.
"Jangan sampai ada data pemilih yang salah karena ini bisa berdampak dengan kesiapan pemilu mendatang, makanya semuanya harus dikawal betul termasuk masyarakat itu sendiri berperan sebagai pemilih sekaligus mengawasi," ucapnya.
Baca juga: Bawaslu Kalsel ingatkan kelengkapan logistik PSU Banjarbaru
