Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyiapkan 12,62 hektare untuk Sekolah Rakyat di daerah pedalaman Candi Laras Utara dan Candi Laras Selatan.
Hal itu diungkapkan Bupati Tapin Yamani usai bertemu Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf sebagai upaya percepatan pemerataan akses pendidikan melalui program nasional Sekolah Rakyat.
Baca juga: Tapin perluas areal tanam padi capai 12 ribu hektare
“Kami sudah menyerahkan semua dokumen pendukung mulai dari administrasi hingga kesiapan lahan dengan harapan bisa masuk tahap pertama atau kedua pada pembangunan yang dijadwalkan September nanti,” kata Yamani saat dikonfirmasi di Rantau, Kabupaten Tapin, Rabu.
Ia menambahkan Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal di daerah.
"Program yang diinisiasi Kementerian Sosial ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat Tapin, terutama di wilayah yang masih tertinggal secara infrastruktur pendidikan," ucap Yamani.
Menurut Yamani, keberadaan kompleks pendidikan terpadu ini akan membuka akses yang lebih luas bagi siswa di desa sekitar.
Tak hanya itu, Sekolah Rakyat itu juga dirancang untuk mendukung pendidikan dasar hingga kejuruan secara terpadu dalam satu kawasan.
Baca juga: Diskominfo dan PMI Tapin kenalkan aplikasi donor darah IDORA
“Ini bukan soal membangun gedung saja, tapi soal keadilan pendidikan. Semua anak punya hak yang sama atas pendidikan, di manapun mereka tinggal,” tutur Yamani
Sementara itu, Wakil Bupati Tapin Juanda menambahkan selain sektor pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat juga diyakini akan berdampak pada sektor sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.
“Pendidikan adalah pintu pembuka perubahan. Tapin tidak ingin ada generasi yang tertinggal karena minimnya akses,” ungkap Juanda.
Jika disetujui, kata Juanda, Tapin akan menjadi salah satu daerah percontohan pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan.
Baca juga: Pemkab Tapin gandeng PT MCS kembangkan industri pengolahan beras
