Kotabaru (ANTARA) - Anggota DPRD Kotabaru dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Abdul Kadir melaksanakan Reses Tahap I di Desa Dirgahayu, RT 03, Kecamatan Pulau Laut Utara.
Abdul Kadir, menegaskan, bahwa tugas utama anggota DPRD adalah melayani masyarakat dan memperjuangkan kebutuhan mereka.
"Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat langsung kondisi di lapangan, memahami apa yang dibutuhkan masyarakat, karena tidak semua warga dapat datang ke DPRD untuk menyampaikan keluhan mereka," kata Abdul Kadir di Kotabaru, Senin.
Ia menyampaikan, kegiatan ini sebagai ajang tali silaturahmi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasi dan kebutuhan mereka kepada wakil rakyat.
Pihaknya akan mengupayakan berbagai usulan tersebut serta akan mengoordinasikan permintaan warga dengan dinas terkait guna mencari solusi terbaik.
"Terkait ada permohonan pengaspalan, kami akan meninjau kembali Proposal yang sudah diajukan untuk melihat kendala yang menghambat realisasinya," jelasnya.
Ketua RT 03 Syapri Ansyari, menyampaikan sejumlah permohonan demi kemajuan dan kesejahteraan warga, di antaranya bantuan bibit ikan lele untuk Karang Taruna sebagai upaya meningkatkan penghasilan pemuda.
Selain itu, warga juga meminta bantuan tenda guna keperluan acara masyarakat yang melibatkan 140 kepala keluarga.
"Kami juga berharap ada peralatan tenis meja untuk mendukung aktivitas olahraga pemuda, serta tandon air guna mengantisipasi musim kemarau," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PABPDSI Kecamatan Pulau Laut Utara, Selamet Arifin, menyampaikan permohonan dukungan untuk berbagai program yang masih terkendala anggaran.
Beberapa di antaranya adalah pengadaan seragam, pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek), rencana sunatan massal, serta program penghijauan dengan penanaman mangrove.
Selain itu, ia juga menyoroti persoalan infrastruktur jalan yang kerap banjir dan bau saat hujan karena belum tersentuh pengaspalan.
Senada dengan itu, Millah Ketua RT 19 juga mengajukan permintaan pengaspalan jalan di Simpang Karya, yang sudah puluhan tahun tidak mendapatkan perbaikan.