Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Selatan Berhasil membekuk seorang anak yang diketahui telah melakukan pembunuhan terhadap ayah tirinya dengan cara melukai terlebih dahulu.
Kepala Kepolisian Sektor Kota Banjarmasin Selatan, Kompol Sutrisno SE di Banjarmasin, Kamis mengatakan, penangkapan anak pembunuh ayah tiri tersebut tidak lama setelah pelaku melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Selain itu juga, anak tiri pembunuh ayah tiri tersebut diketahui berinisial FJ alias Fazri (30) warga jalan Kurau Kabupaten Tanah Laut Kalsel.
Sedangkan korban sendiri diketahui beranama Anan Saleh alias Anang (45) warga jalan Ks Tubun kompleks Gagah lurus gang Tentram Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Selanjutnya, pelaku ditangkap oleh pihak polisi pada Rabu (19/10) sekitar pukul 20:30 wita di rumah korban, atau 30 menit setelah kejadian penganiayaan hingga korban meninggal dunia karena luka di bagian perut hingga usus terburai, tangan, betis kaki sebelah kanan dan bagian ketiak luka robek.
Pelaku melukai korban yang juga ayah tirinya itu dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau dapur yang dia ambil saat pisau tersebut berada di sekitar dapur atau di areal tempat mereka berkelahi.
Lanjut Sutrisno, korban menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin sekitar pukul 23.00 wita di IGD RSUD Ulin Banjaramsin dengan perkiraan luka parah di bagian perut.
"Korban meninggal dunia disebabkan mengalami luka serius di bagian perut hingga usus terburai, korban menghembuskan nafas terakhirnya di IGD RS Ulin Banjarmasin," terang Kapolsek.
Sutrisno juga menerangkan, untuk saat ini pelaku sedang menjalani proses penyidikan di Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Selatan guna proses hukum lebih lanjut atas perbuatannya.
Hasil penyidikan sementara pelaku dijerat dengan pasal 338 Jo 351 kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup karena korban meninggal dunia, jelas Sutrisno.
Sementara itu, FJ mengatakan, alasan dirinya berkelahi dengan korban yang juga ayah tirinya itu dikarenakan kesal terhadap korban yang sering melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya yang dinikahi korban beberapa waktu lalu.
"Karena saya tak tahan lagi melihat ibu saya sering diperlakukan kasar oleh korban sehingga pada saat mabuk dan tak terkontrol lagi kami berdua berkelahi dan tak tahu korban meninggal atau tidak," ucapnya dengan nada sedikit tak karuan akibat masih pengaruh minuman keras./gun
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.