Kami tidak pernah khawatir akan kebiasaan kami membuka lahan,
Balangan, (Antaranews Kalsel) - Ketua Dewan Adad Dayak (DAD) Kabupaten Balangan, menegaskan bahwa warga Dayak di Balangan, selalu menjunjung tinggi kearifan lokal dalam tradisi membuka lahan untuk berladang.
Menurut Mandan, di Desa Kapul, Kecamatan Halong, tradisi membuka lahan dengan cara dibakar memang merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri, selain menghemat tenaga juga menghemat biaya serta menyuburkan tanah.
Namun begitu jelas Mandan, warga dayak setempat selalu melakukannya dengan teratur sehingga tidak pernah terjadi kebakaran hutan yang diakibatkan oleh pembukaan lahan oleh warga dayak setempat selama ini.
"Bahkan dalam melaksanakan pembukaan lahan, sebelum membakar lahan untuk berladang, kami selalu melakukan koordinasi dengan warga lainnya, bahkan tak jarang ada para sesepuh atau orang-orang khusus yang memiliki keahlian dalam mengendalikan angin dan api," ujarnya.
Sehingga lanjut Mandan, setiap pembakaran selalu dapat dikendalikan, selain menggunakan ritual khusus, dengan orang-orang khusus, bahkan warga dayak membakar hutan dengan cara bertahap, bukan sekaligus.
"Kami sangat menghargai hutan bahkan satwa didalamnya, dan saat kita membakar hutan sebanyak dua hektar, kita lakukan secara bertahap, dengan melihat keadaan angin, membersihkan sisi-sisi lahan terlebih dahulu, dan membakar dengan sedikit demi sedikit, bukan sekaligus dua hektar, sehingga api terjada dan dapat dikendalikan," jelasnya.
Jadi tegas Mandan, terjadinya kebakaran hutan bukan merupakan akibat dari pembukaan lahan oleh warga dayak.
Saat tidak ada perusahaan-perusahaan di wilayah kita, warga dayak sudah melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar, dan selalu terkendali. Namun ketika perusahaan-perusahaan muncul, barulah di wilayah kita sering terjadi kebakaran hutan.
Kami mendukung instansi terkait seperti Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana dan pihak lainnya dalam sosialisasi waspada kebakaran hutan, serta ancaman hukuman bagi pembakar hutan.
"Kami tidak pernah khawatir akan kebiasaan kami membuka lahan," katanya.
Pewarta: Roly SupriadiEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.