Tentunya kita menyambut baik capaian tersebut, yaitu keberhasilan pemda dalam mempertahankan opini WTP selama 13 tahun berturut-turut
Balangan (ANTARA) - Ketua DPRD Balangan, Kalimantan Selatan, Lindawati memuji prestasi yang diraih oleh pemerintah kabupaten setempat mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI selama 13 kali berturut-turut.
“Tentunya kita menyambut baik capaian tersebut, yaitu keberhasilan pemda dalam mempertahankan opini WTP selama 13 tahun berturut-turut,” kata Lindawati di Balangan, Sabtu.
Menurut Ketua DPRD, hal tersebut menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan serta pengelolaan keuangan daerah.
Baca juga: Ketua DPRD Balangan apresiasi kinerja pemkab raih WTP ke-12 beruntun
Linda menuturkan dengan kembali diraihnya opini WTP tahun ini, Pemkab Balangan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang konsisten mempertahankan kualitas pengelolaan keuangan daerah selama lebih dari satu dekade.
Ketua DPRD berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel.
Sementara Bupati Balangan Abdul Hadi, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jajaran pemda yang telah bekerja keras menjaga tata kelola keuangan secara transparan dan akuntabel.
Baca juga: WTP 11 kali berturut-turut, Abdul Hadi puji kerjasama eksekutif-legislatif
“Ini adalah hasil kerja bersama, karena tanpa kerja sama yang baik dan tanggung jawab, mustahil kita bisa mempertahankan WTP selama 13 tahun berturut-turut,” ucap Abdul Hadi.
Abdul Hadi menegaskan bahwa capaian tersebut bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi juga menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengelola anggaran secara efektif, efisien dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pewarta: Ragil DarmawanEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.