Banjarmasin (ANTARA) - Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) terus bantu dan dorong pemerintah provinsi atau Pemprov setempat dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Upaya tersebut antara lain dengan bersama-sama Pemprov atau instansi terkait menggali sumber pendapatan daerah," ujar Sekretaris Komisi II HM Iqbal Yudiannor sebelum rombongan Komisinya studi komparasi ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Ahad.

"Studi komparasi kami bersama Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel ke Batam Kepri, 11 - 13 Desember 2022 salah satu upaya menggali sumber pendapatan daerah," lanjutnya melalui telepon seluler.

Oleh karenanya, tambah wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VI/Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) tersebut, studi komparasi ke Batam Kepri menggali informasi semaksimal mungkin sumber-sumber pendapatan daerah provinsi yang berbatasan negeri Jiran itu.

"Apalagi kita dengar, kalau tidak keliru PAD Batam cukup tinggi, sementara sumber daya alam (SDA) tidak seperti kita memiliki tambang batu bara," ujarnya menjawab Antara Kalsel.

"Kita berharap PAD Kalsel sebagaimana sebelum pandemi COVID-19 jauh lebih besar kontribusi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ketika itu di atas 55 persen, tidak seperti sekarang masih tipis atau sedikit di atas 50 persen," demikian Iqbal Yudiannor.

Sementara APBD Kalsel 2022 untuk pendapatan Rp6,5 triliun lebih dan pendapatan pada APBD 2023 dirancang Rp7 triliun lebih.


 

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026