Menurut salah seorang penjual kerak telur, Yudha, begitu dia membuka sekitar pukul 14.00 Wita langsung diserbu pengunjung segala usia di arena STQ tersebut.
"Warga Banjarmasin antusias dengan kehadiran makanan yang terbuat dari kerak telur ini mas", kata Yudha disela kesibukannya melayani para pembeli.
Yudha menjelaskan untuk satu porsi kerak telur dengan bahan utama beras ketan dan telur dicampur abon ikan dan sarundeng (kelapa goreng) itu hanya Rp15 ribu.
Yudha mengaku jualan kerak telur di Banjarmasin baru pertama kali memanfaatkan moment seperti arena STQ ini. Yudha membawa 22 orang rombongan ke Banjarmasin.
"Ke-22 orang ini keluarga semua sengaja datang ke Kalimantan untuk berjualan kerak telur", tambah Yudha.
Pria lajang dari Yoyakarta ini juga menyampaikan bahwa berjualan makan khas Betawi tersebut selalu memanfaatkan acara keramaian seperti STQ, pameran atau hari jadi suatu daerah.
"Setelah habis acara STQ ini kami akan pergi berjualan ke Kabupaten Kotabaru saat peringatan hari jadi nanti", terang Yudha.
Meskipun Yudha bukan orang Betawi, namun dia sangat cakatan melayani konsumen yang membeli kerak telur yang menggerumbungi gerobaknya.
"Sebelum di Banjarmasin saya dan rombongan berjualan di Provinsi Kalimantan Tengah saat festival Isen Mulang, dan pulang ke Jakarta setelah enam bulan keliling di Kalimantan," kata Yudha.
Dari pantauan para pengunjung STQ tersebut selain membeli kerak telur, namun ada juga yang sekadar ingin tahu bagaimana cara membuat makanan dari ibukota Jakarta tersebut.
Seperti dikatakan Hj Umi, warga Banjarmasin yang datang bersama keluarga memesan kerak telur lima porsi.
"Saya beli kerak telur karena penasaran bagaimana rasanya dan ingin tahu cara membuatnya", kata Hj Umi.(Asmuni/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.