Banjarmasin (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu mencatat realisasi Belanja Negara di Kalimantan Selatan mencapai Rp14,63 triliun atau 49,85 persen dari pagu hingga Semester I 2026, sebagai upaya menjaga aktivitas ekonomi daerah melalui penguatan belanja pemerintah.

Kepala Kanwil DJPb Kalsel Catur Ariyanto Widodo di Banjarmasin, Kamis, mengatakan kinerja fiskal pada Semester I 2026 menunjukkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berperan kuat dalam menopang perekonomian daerah, baik melalui peningkatan pendapatan negara maupun percepatan realisasi belanja.

Di samping itu, Catur menyebutkan realisasi Pendapatan Negara di Kalimantan Selatan hingga Juni 2026 mencapai Rp7,99 triliun atau tumbuh 36,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang ditopang peningkatan penerimaan perpajakan serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Pada sisi belanja, realisasi Belanja Negara mencapai Rp14,63 triliun atau 49,85 persen dari pagu yang tersedia. Belanja Pemerintah Pusat tumbuh signifikan sebesar 49,72 persen, sedangkan transfer ke daerah (TKD) telah terealisasi sebesar Rp9,58 triliun untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan di daerah.

Menurut Catur, kondisi tersebut membuat APBN regional Kalimantan Selatan mencatat defisit Rp6,64 triliun yang mencerminkan peran aktif pemerintah melalui belanja negara untuk mendorong perekonomian daerah, menjaga aktivitas ekonomi, serta memperkuat pelaksanaan berbagai program pembangunan.

Di sisi lain, kinerja keuangan pemerintah daerah menunjukkan tingkat kemandirian fiskal yang semakin baik. Hingga Juni 2026, pendapatan daerah mencapai Rp14,84 triliun, meskipun pendapatan transfer mengalami penyesuaian pada periode tersebut.

Ia mengatakan pendapatan asli daerah (PAD) justru tumbuh 5,54 persen menjadi Rp4,59 triliun yang didorong optimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi, sehingga memperkuat kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan.

Pada sisi belanja daerah, realisasi mencapai Rp14,57 triliun atau tumbuh 1,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja yang menonjol terlihat pada Belanja Modal yang tumbuh 45,99 persen sebagai indikasi percepatan pembangunan infrastruktur dan investasi publik di berbagai daerah.

"Secara keseluruhan, APBD regional Kalimantan Selatan hingga Semester I 2026 mencatat surplus Rp264,69 miliar. Kondisi tersebut menunjukkan ruang fiskal daerah tetap terjaga sehingga mendukung kesinambungan pembangunan dan stabilitas perekonomian di Kalimantan Selatan,” ujar Catur.



Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026