Kolaborasi organisasi sosial dan pemerintah setempat membuatkan tempat tinggal khusus dan menyerahkannya ke pihak keluarga agar Wahyu dapat dirawat dan mendapat perhatian lebih dari orang -orang terdekatnya.
Penyerahan rumah tinggal Wahyu dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Tabalong H Abu Bakar Sidik beserta Lurah Mabuun, Rizki Kurniadi, Kepala Puskes Mabuun dr Tenry Ariny, perwakilan Dinas Kesehatan Tabalong, dr Helda serta Ketua Yayasan Sayangi Sesama, Erlina Effendi Ilas, Jumat (21/5).
Rumah kediaman Wahyu dibangun atas kolaborasi apik berbagai organisasi sosial seperti Yayasan Sayangi Sesama, Komunitas Sayangi Sesama (KS2), Lazismu, Takmir Manis Al Mukhlisin, Yayasan Insan Mulia Pama, Toko Bangunan Yoes Mabuun dengan pihak Dinas Sosial Tabalong, Puskesmas Mabuun, Kelurahan Mabuun dan Pemerintahan Kecamatan Murung Pudak.
Ketua Yayasan Sayangi Sesama, Erlina Effendi Ilas mengatakan tempat tinggal Wahyu dibuatkan di atas tanah milik orangtuanya yang berada beberapa meter dari rumahnya. Hal ini untuk memudahkan perawatan dan perhatian pihak keluarga kepada Wahyu sebagai penderita ODGJ yang harus memiliki akses perhatian yang lebih baik dari keluarga.
"Peran keluarga sangat penting buat stabilitas penderita gangguan kejiwaan. Perhatian dan kasih sayang perlahan lahan akan memperbaiki goncangan mental penderita, selain dibantu obat -obatan," jelas Erlina.
Sementara pihak Dinas Kesehatan Tabalong yang diwakili dr Helda mengatakan peran serta pihak non pemerintah juga sangat berarti dalam penanganan masalah kesehatan mental masyarakat. Puskesmas Mabuun juga memberikan perhatian khusus dalam penyediaan pelayanan pihak keluarga mendapatkan obat untuk ODGJ.
"Kami dalam waktu dekat akan membuat MOU dengan Rumah Sakit Sambang Lihum untuk pasien ODGJ. Saat ini program penanganan ODGJ terus dilakukan secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi," jelas dr Heldina.
Membaiknya Wahyu, juga diamini Kepala Puskesmas Mabuun, Drg Tenry Ariny dan hingga saat ini terus memberikan fasilitasi Wahyu untuk mengakses mendapatkan obat khusus ODGJ.
"Sekarang Wahyu kalau jalan keluar rumah sudah ingat pulang ke tempat ini. Saya pernah coba membiarkan pintu tempatnya tinggal saat malam hari.
Tapi kemudian Wahyu membetulkan dengan menutup pintu yang terbuka," jelas Sukardi, ayah Wahyu.
Sebelumnya pembuatan rumah tinggal buat Wahyu dilatar belakangi keluarga yang kurang mampu.
.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026