"Saya berkeyakinan dengan normalisasi sungai bencana banjir di Satui atau wilayah Tanbu dapat kita minimalkan," ujarnya usai menghadiri peringatan HUT ke 72 Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divi IV Partahanan Kalimantan, 17 Mei 2021 menjawab wartawan di Banjarmasin, Senin.
Menurut anggota DPRD Kalsel dua periode itu, sebagai upaya normalisasi sungai tersebut perlu pengerukan sehingga saluran air banjir dengan cepat mengalir ke laut.
"Karena kalau tidak salah, seingat saya yang sudah berusia 65 tahun sungai di Satui belum pernah ada pengerukan sehingga tidak bisa menampung/menyalurkan curah hujan yang tinggi dengan cepat ke laut," ujarnya.
Politikus senior Partai Golkar itu menunjuk contoh normalisasi sungai di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel sehingga banjir yang terjadi Januari lalu cepat berlalu.
Sebelumnya seperti Amuntai (185 kilometer utara Banjarmasin), ibukota kabupaten tersebut sampai tiga-empat hari tergenang air banjir, tapi dengan adanya normalisasi sungai hal itu tidak lagi terjadi.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten HSU, Balangan dan Kabupaten Tabalong itu juga menyatakan turut prihatin atas bencana banjir yang menimpa warga masyarakat Satui (sekitar 240 kilometer timur Banjarmasin).
"Bencana banjir Satui juga menjadi perhatian kami bersama Penjabat Gubernur Kalsel Dr Safrizal ZA MSi, dan akan melakukan pembahasan tingkat provinsi serta membicarakan dengan pemerintah pusat," demikian Supian HK.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026