protes ke PLN wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang terus
melakukan pemadaman yang dilakukan melalui situs jejaring sosial "facebook".
Menurut Nasib di Banjarmasin, Kamis (12/5), pemadaman yang dilakukan PLN
sejak beberapa tahun terakhir hingga sekarang sudah sangat keterlaluan dan
hingga kini belum mendapatkan solusi.
"Saya rasa pemadaman listrik di Kalsel sudah sangat keterlaluan,
kita hanya terus diberikan janji-janji akan ada perbaikan, kenyataannya setiap
hari semakin parah," katanya.
Menurut dia, dalam setiap harinya keluhan masyarakat yang
disampaikan kepada dirinya dan anggota DPRD lainnya tentang listrik selalu
datang silih berganti.
Kendati aspirasi tersebut telah disampaikan hingga berulang kali ke
PLN, namun kenyataannya hanya diberikan janji-janji yang hingga kini belum juga
terbukti.
Padahal, kata dia, di daerah lain seperti Jawa, Jakarta bahkan di
luar negeri yang mengambil batu bara ke Kalsel jarang mengalami pemadaman
listrik.
"Tetapi di daerah ini yang merupakan lumbung energi, sejak tujuh
tahun saya berada di pemerintahan pemadaman terus terjadi, ini benar-benar
keterlaluan," katanya.
Kondisi tersebut, tambah dia, diperparah dengan antrean solar yang
sejak awal bulan hingga kini juga belum mendapatkan solusi terbaik dari PT
Pertamina.
Menurut dia, pemadaman dan kelangkaan solar, telah benar-benar
mengganggu pertumbuhan ekonomi Kalsel, bagaimana tidak, untuk percetakan saja,
baru bisa mencetak harus menunggu hingga tengah malam.
Sedangkan siang, terpaksa menganggur karena tidak mendapatkan jatah
aliran listrik, begitu juga dengan industri kecil dan rumah tangga lainnya.
Hal itu berbanding terbalik dengan di Jakarta dan di daerah lainnya,
pembangunan gedung bertingkat dan pembangunan rumah mewah akan langsung
mendapatkan aliran listrik tanpa harus antre atau menunggu lama-lama.
"Mengatasi kondisi ini, pada Rabu (11/5) malam, saya langsung
telepon kepada Mensesneg Sudi Silalahi melaporkan masalah listrik dan kelangkaan
BBM di daerah ini," katanya.
Tanggapannya, kata dia, Mensesneg mengaku terkejut karena selama ini
laporan yang diterima bahwa semua persoalan listrik dan energi sudah bisa
diatasi dengan baik.
Menindaklanjuti laporan via telepon tersebut, Mensesneg kata Nasib,
langsung meminta laporan secara tertulis untuk disampaikan ke Presiden.
Selain itu, Nasib juga meminta dukungan kepada masyarakat melalui
"facebook" agar masyarakat mendukung protes DPRD tersebut ke pemerintah pusat.
Permintaan dukungan yang tertulis di "facebook" tersebut yaitu
"barusan saya telepon Mensesneg Pak Sudi Silalahi melaporkan kondisi kelistrikan
yg sampai saat ini setiap hari terjadi pemadaman". "Ternyata beliau
terkejut karena laporan Menteri ESDM dan Dirut PLN ke Presiden bahwa masalah
listrik sudah tidak ada masalah. Besok saya diminta utk melaporkan secara
tertulis melalui Faks. Mohon dukungan dan doa rekan rekan".
Permintaan dukungan tersebut mendapat tanggapan beragam dari
masyarakat yang intinya mendukung upaya DPRD untuk protes masalah kelistrikan
tersebut ke pemerintah pusat./B*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.