Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan Hadi Susilo di Banjarmasin, Selasa mengatakan, masuknya jaringan PLTU Asam-Asam unit III dan IV tersebut molor dari yang seharusnya sudah masuk sebelum puasa.
"Masuknya kedua pembangkit tersebut molor dari yang dijadwalkan, dengan alasan kendala teknis," katanya.
Hal tersebut membuat kondisi kelistrikan di Kalsel hingga kini masih sering terjadi pemadaman dalam jangka waktu cukup lama.
Menurut Hadi, terkait masih seringnya terjadinya pemadaman bergilir tersebut, Gubernur Kalsel telah mengirimkan surat mempertanyakan kepada pihak PLN kenapa hingga kini kondisi kelistrikan Kalsel masih belum normal.
"Katanya PLN sampai saat ini uji coba unit III belum bisa maksimal, sehingga begitu ada gangguan baik alam maupun mesin, langsung terjadi pemadaman, karena cadangan belum mencukupi," katanya.
Menanggapi petisi yang menggalang seribu tanda tangan yang dilakukan oleh Forum Peduli Banua, pemerintah Kalsel sangat mendukung, karena kenyataannya hingga kini Kalsel yang menjadi lumbung energi, selalu kekurangan energi.
Bukan hanya masalah listrik, bahan bakar minyak antara lain solar yang hingga kini masih terjadi antrean menjadi bukti bahwa Kalsel sangat kekurangan energi.
Begitu juga dengan listrik, kendati saat ini sedang dibangun beberapa pembangkit, namun yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, pemadaman listrik selalu terjadi.
"Bahwa saat ini PLN sedang membangun pembangkit itu memang benar, tetapi pemadaman listrik yang dirasakan masyarakat saat ini dan sejak beberapa tahun lalu, itu yang terjadi, makanya terjadi aksi protes," katanya.
Apalagi, tambah dia, hingga kini belum ada kepastian dari PLN, tentang masuknya unit IV ke jaringan, hanya dikatakan selesai lebaran.
"Selesai lebaran kan bisa tiga hingga lima bulan bahkan bisa 2013 nanti," katanya.
Memenuhi kebutuhan listrik tersebut, kata dia, kini PLN terus mengembangkan pembangkit baik dari bahan baku fosil maupun dari sumber daya air dan lainnya, dengan target Kalsel dan Kalteng bisa segera mendapatkan "kemerdekaan" energi".
Sebelumnya, Kepala Devisi Konstruksi PT PLN Ir Setyadi di Asam-ASan, Kabupaten Tanah Laut pada peresmian pemanfaatan PLTU Asam-Asam unit tiga, mengatakan, dengan selesainya pembangunan kedua pembangkit sebesar 130 megawatt tersebut maka pada akhir 2012 listrik di tiga provinsi di Kalimantan sudah interkoneksi.
Mendukung interkoneksi tersebut, kata dia, sebelumnya pihaknya telah menyelesaikan pembangunan SUTT 150 KV di Barikin-Tanjung sepanjang 60 kilometer dan telah beroperasi pada 2010.
Jaringan tersebut, kata dia, adalah jalur interkoneksi ke Kalimantan Timur dari Kalsel maupun Kalteng.
"Dengan adanya interkoneksi, maka bila terjadi gangguan di salah satu daerah, maka daerah lainnya bisa langsung memback-up," katanya.
Memenuhi daya interkoneksi tersebut, kata dia, PT PLN juga telah melakukan penandatanganan kontrak pembangunan PLTU Asam-Asam unit 5,6 dan 7, juga beberapa pembangunan pembangkit lainnya./D
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.