Banjarmasin (ANTARA) - Indonesia pernah digemparkan pengungkapan upaya penyelundupan sabu-sabu seberat 1 ton dari Tiongkok di dermaga bekas bangunan Hotel Mandalika, Anyer, Serang, Banten pada Juli 2017 silam.

Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih itu menangkap empat orang warga negara Taiwan, yakni Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Liresta yang berperan vital menyelundupkan barang haram itu.

Salah satu pimpinan tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih saat itu, yakni Nico Afinta yang masih berpangkat Komisaris Besar Polisi sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bersama Kapolres Kota Depok, Kombes Polisi Herry Heriawan.

Karena prestasi cemerlang itu, jajaran Satuan Tugas Merah Putih termasuk Nico Afinta diganjar Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Nico dipromosikan menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang bertanggung jawab mengatasi kejahatan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Baca juga: Irjen Nico atensi optimalisasi pengamanan kebijakan ekonomi

Bahkan Nico juga ikut terlibat penangkapan aktivis Ratna Sarumpaet yang terlibat tindak pidana pembohongan publik karena mengaku menjadi korban penganiayaan sekelompok orang tidak dikenal di Bandung, Jawa Barat.

Prestasi lainnya, Nico membantu mengungkap kasus pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang sempat mengendap beberapa tahun.

Nico lahir di Surabaya Jawa Timur pada 30 April 1971, namun miliki darah Sumatera Utara dengan label nama belakang Karo-Karo.

Nico besar dengan panji reserse dan kriminal saat menjalani pengalaman dan berkarier di Polda Metro Jaya dengan berbagai prestasi tinggi.

Melalui Surat Telegram Nomor ST/1377/V/KEP./2020 dan ST/1378/V/KEP./2020, tertanggal 1 Mei 2020 yang ditandatangani oleh Wakapolri Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono atas nama Kapolri, Nico Afinta yang telah berpangkat Irjen Polisi didaulat menjadi Kapolda Kalimantan Selatan menggantikan Irjen Polisi Yazid Fanani.

Baca juga: Irjen Pol Nico Afinta jadi Kapolda Kalsel gantikan Irjen Pol Yazid Fanani

Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK menaruh asa tinggi kepada Nico sebagai pimpinan kepolisian daerah mampu mengayomi seluruh elemen masyarakat di tanah suku Dayak itu.

Atas nama pimpinan wakil rakyat Kalsel, Supian membuka diri dan mengajak Nico untuk berdiskusi bersama DPRD membicarakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Supian, Kapolda Kalsel baru itu harus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang sering melanda Kota Seribu Sungai itu.

Lebih lanjut, Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu optimistis Nico segera beradaptasi dan bersingergis dengan forum komunikasi daerah termasuk tokoh masyarakat dari berbagai kalangan.

"Saya yakin beliau mampu bersinergi dan kondusifitas di Kalimantan Selatan," ujar Supian.

Tidak lupa, Supian juga menitipkan pesan agar Nico "blusukan" menemui masyarakat saat acara resmi maupun informal untuk menyelesaikan masalah, seperti yang sudah dilakukan Kapolda Kalsel sebelumnya, Irjen Polisi Yazid Fanani.

Sektor Ekonomi Jadi Perhatian

Sebagai anggota penegak hukum yang telah malang melintang pada satuan tugas di institusi Polri, keberadaan Nico memunculkan optmisme bagi keamanan masyarakat di Kalsel.

Selain mampu mengungkap sabu 1.000 kilogram, Nico juga membongkar kasus pencurian dana nasabah bank (skimming) hingga didapuk penghargaan "Law Enforcement Award dari Visa Risk Security Summit 2018" di Singapura.

Usai serah terima jabatan menjadi Kapolda Kalsel, anggota Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 itu memiliki sasaran program utama dari Kapolri.

Nico memprioritaskan optimalisasi pengamanan seluruh kebijakan khususnya bidang ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat Kalsel.

"Optimalkan pengamanan terhadap implementasi kebijakan pemerintah di Kalsel agar dapat berjalan lancar guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Nico.

Mantan Kapolrestabes Medan itu juga meminta seluruh jajaran Polda Kalsel meningkatkan pelaksanaan Program Prioritas Kapolri dari yang telah dicapai sebelumnya.

Kemudian, penguatan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) dengan meningkatkan kepekaan faktual terhadap situasi global, regional dan lokal, termasuk upaya penanganan pandemik wabah virus corona (COVID-19).

Termasuk penanganan ancaman Karhutla kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah yang sering terjadi, serta penindakam tegas terhadap kejahatan lingkungan, dan penambangan ilegal.

Hal lainnya, Polda Kalsel memperkuat kerja sama dan kemitraan secara sinergis dengan pemda, TNI dan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dalam upaya mewujudkan stabilitas kamtibmas menjadi penekanan Nico.

"Teruslah perkuat soliditas, kekompakan internal dan loyalitas untuk meningkatkan citra positif Polda Kalsel," timpal jenderal bintang dua itu.

Berikut karier Nico Afinta usai lulus Akpol 1992:

1. Pamapta Poltabes Semarang (1993)
2. Kanit Poltabes Semarang (1994)
3. Danton Taruna Akpol (1996)
4. Danki Taruna Akpol (1997)
5. UN IPTF Pas PBB XIV Bosnia Herzegovina (1997-1998)
6. Kapolsek Ciputat Polres Jakarta Selatan (2000)
7. Kanit Ekonomi Ditreskrim Polda Jawa Tengah (2003)
8. Wakasat Reskrim Polwiltabes Semarang (2004)
9. Kepala Unit Sumdaling Ditkrimsus Polda Metro Jaya (2006)
10. Kepala Subdit V Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2006)
11. Kepala Subdit III Umum/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2008)
12. Wadirreskrimum Polda Metro Jaya (2011)
13. Kapolrestabes Medan (2013)
14. Kabagbindik Sespimma Sespim Polri Lemdikpol (2016)
15. Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2016)/Lulus Pendidikan Sespati
16. Dirresnarkoba Polda Metro Jaya (2016)
17. Dirreskrimum Polda Metro Jaya (2017)
18. Karobinopsnal Bareskrim Polri (2018)
19. Dirtipidum Bareskrim Polri (2019)
20. Sahlisospol Kapolri (2019)
21. Kapolda Kalimantan Selatan (2020)

Pewarta: Gugun
Editor : Gunawan Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2026