Oleh Yose Rizal



Banjarbaru,  (Antaranews.Kalsel) - Pemerintah Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, siap merealisasikan pengembangan produksi susu sapi untuk memenuhi konsumsi susu murni yang cukup tinggi permintaannya.

"Permintaan susu sapi murni cukup tinggi, dan potensi sapi perah cukup besar, tetapi produksinya belum maksimal, sehingga disiapkan program itu," ujar Kadis Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Banjarbaru Rustam, Sabtu.

Ia mengatakan pengembangan produksi sapi perah akan didukung tempat penyimpanan susu sapi yang pembangunannya ditarget tuntas akhir 2014 sehingga bisa digunakan untuk menyimpan susu sapi hasil perahan.

Dijelaskan, tempat penyimpanan khusus susu sapi itu diperlukan agar setiap saat bisa memenuhi permintaan susu sapi murni yang dibutuhkan masyarakat sehingga mereka tidak kesulitan mendapatkannya.

"Tempatnya dibangun khusus dilengkapi peralatan sterilisasi dan pengepakan yang bagus sehingga bisa menyediakan susu sapi murni yang bisa dikonsumsi masyarakat sesuai kebutuhannya," ungkap dia.

Menurut dia, tempat penyimpanan khusus susu sapi perah direncanakan berada di Kecamatan Landasan Ulin dan pengelolaannya bukan ditangani pemerintah tetapi diserahkan kepada masyarakat.

"Masyarakat yang ditunjuk dan mampu mengelolanya diberikan bimbingan teknis sehingga bisa menangani susu sapi murni hasil sapi perahan dan menghasilkan susu yang layak konsumsi," ujarnya.

Dikatakan, potensi sapi perah yang dimiliki peternak mencapai 65 ekor terdiri dari beberapa ekor anak dan induk laktasi sebanyak 25 ekor dimana enam ekor diantaranya dalam keadaan bunting sehingga bisa diperah.

Disebutkan, jenis sapi perah yang dipelihara peternak milik Nurhamid di Landasan Ulin adalah Fresh Holland dan dikenal sebagai jenis sapi yang cukup banyak menghasilkan susu sehingga produktivitasnya bagus.

"Kami juga mendorong peternak mengembangkan sapi perah karena keuntungannya ganda, selain dapat anak sapi, juga bisa memperoleh susu yang bisa dikonsumsi sendiri maupun dijual," katanya.


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026