Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan hingga kini masih belum siap memberlakukan pendaftaran lelang secara "online" meski beberapa daerah dari 13 kabupaten/kota di provinsi itu telah menyelenggarakan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kotabaru H. Ahmad Muslim MT, Selasa mengemukakan, banyak faktor penyebab kenapa Kotabaru khususnya dinas pekerjaan umum belum memberlakukan pendaftaran lelang secara "online".

"Kotabaru belum menerapkan lelang 'online' mengingat personel yang menguasai baru tiga orang begitu juga dengan perangkat lunak juga belum lengkap," jelasnya.

Menurut seorang kontraktor yang enggan disebutkan namanya sudah selayaknya Kotabaru menerapkan lelang secara "online" mengingat sudah ada beberapa kabupaten di Kalsel telah menerapkan.

Banyak faktor yang akan diperoleh instansi pemilik kegiatan diantaranya lebih efesien dan efektif terutama terkait biaya operasional dan waktu. 

Dinas pekerjaan umum Kabupaten Hulu Sungai Tengah kini sudah menyiapkan penerapan sistem pelelangan secara "online", ujar Kadis PU HST A Fanani Syaifuddin di Barabai.

"Persiapan yang kita laksanakan saat ini adalah untuk tenaga ahli dibidang komputerisasi yang akan menangani pengoperasian sistem tersebut," ujarnya.

Untuk itulah, dinas PU mengirimkan lima orang pegawai ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan pengoperasian sistem tersebut. Penerapan sistem pelelangan "online" tergantung kebijakan kepala daerah setempat.

Sementara itu, Pemkot Banjarbaru juga menerapkan lelang "online" atau dalam jaringan untuk mencegah terjadinya praktik kolusi, korupsi dan nepotisme dalam pengadaan barang dan jasa lingkup pemerintahan setempat.

Pemkot konsisten mencegah terjadinya praktek KKN dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa melalui sistem pelelangan internet," ujar Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Syahriani Syahran.

Menurut dia, kegiatan pengadaan barang dan jasa rawan menimbulkan praktik KKN yang melibatkan oknum panitia bersama penyedia jasa sehingga merugikan pemerintah maupun pihak lain.

Mencegah terjadinya kecurangan itu, kata dia, Pemkot Banjarbaru menerapkan sistem pelelangan menggunakan jaringan internet sehingga tidak ada pihak yang bisa bermain mata dan melakukan kecurangan.(C/A)


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026